Kisah Nyata Dibalik Film 13 Bom di Jakarta, Cek 6 Fakta Menarik Terkait 13 Bom di Jakarta yang Bikin Merinding

AKURAT.CO, Kisah Nyata Dibalik Film 13 Bom di Jakarta, Cek 6 Fakta Menarik Terkait 13 Bom di Jakarta yang Bikin Merinding
Per hari ini Kamis 28 Desember 2023, film 13 Bom di Jakarta tayang serentak di bioskop-bioskop di seluruh Indonesia
Diklaim sebagai film action terbesar di Indonesia, pembuatan 13 Bom di Jakarta ternyata terinspirasi dari kejadian nyata yang terjadi di ibukota Indonesia tersebut, seperti apa? Simak selengkapnya
Film ini diberdayakan oleh kepiawaian Angga Dwimas Sasongko sebagai sutradara dan diproduksi oleh Visinema Pictures.
Angga mengungkapkan ambisinya dalam skala produksi yang besar, menjanjikan aksi spektakuler dan kejar-kejaran mobil yang memikat.
Pemain utama seperti Chicco Kurniawan, Ardhito Pramono, Lutesha, Rio Dewanto, dan Putri Ayudya menjadi sosok-sosok kunci yang memberikan warna dan nuansa pada cerita ini.
-
Senjata Asli dan Karakter Teroris: Keunikan film ini terletak pada penggunaan senjata asli yang menjadi tantangan tersendiri bagi para aktor, khususnya Rio Dewanto yang memerankan karakter teroris kompleks. Pengalaman memegang senjata sungguhan seperti shotgun dan bazooka memberikan dimensi baru pada penampilannya.
-
Proses Produksi yang Menegangkan: Dibalut dalam suasana ketegangan, proses produksi film ini berlangsung selama 41 hari. Penggunaan senjata asli, ribuan peluru hampa, dan ledakan mobil langsung di lokasi syuting menggarisbawahi komitmen para kru film untuk memberikan pengalaman visual yang mendalam. Lokasi syuting yang melibatkan kawasan Jakarta hingga Klaten, Jawa Tengah, memberikan nuansa realistis pada adegan-adegan film.
-
Tema Sentral dan Plot yang Menarik: "13 Bom di Jakarta" tidak hanya menyajikan aksi spektakuler, tetapi juga menghadirkan cerita seru tentang serangan teroris dengan ancaman 13 bom di Jakarta. Keterlibatan dua pengusaha muda di bidang mata uang digital, pengejaran intelijen, dan teror yang dihimpun oleh Arok menjadi landasan cerita yang menggugah imajinasi penonton.
-
Makna Angka 13: Angka 13 dalam judul film ini membawa makna mendalam. Bukan hanya sebagai simbol keberuntungan atau ketidakberuntungan, dalam konteks film ini, angka 13 menjadi simbol "reborn" atau memulai kembali dari awal. Konsep ini memberikan dimensi filosofis pada kisah yang diangkat.
Terinspirasi dari Kisah Nyata
Film 13 Bom di Jakarta terinspirasi dari kejadian nyata, yakni aksi terorisme yang menyerang ibu kota Jakarta pada tahun 2016 lalu.
Serangan Jakarta 2016 merupakan serentetan peristiwa yang diwarnai dengan enam ledakan, dan juga penembakan di daerah sekitar Plaza Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia pada tanggal 14 Januari 2016.
Ledakan terjadi di dua tempat, yakni daerah tempat parkir Menara Cakrawala, gedung sebelah utara Sarinah, dan sebuah pos polisi di depan gedung tersebut.
Sedikitnya delapan orang (empat pelaku penyerangan dan empat warga sipil) dilaporkan tewas dan 24 lainnya luka-luka akibat serangan ini.
Tujuh orang terlibat sebagai pelaku penyerangan, dan organisasi Negara Islam Irak dan Syam atau Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim bertanggung jawab sebagai pelaku penyerangan.
Latar belakang
Serangan di Sarinah merupakan serangan pertama setelah Bom Jakarta 2009 yang menewaskan 9 orang termasuk dua pelaku yang merupakan anggota Jemaah Islamiyah.
Jemaah Islamiyah sendiri merupakan organisasi terorisme yang bertujuan menyatukan Indonesia, Malaysia, dan wilayah selatan Filipina ke dalam sebuah negara Islam.
Menurut juru bicara Kepolisian Republik Indonesia, kepolisian menerima informasi pada bulan November 2015 bahwa Negara Islam Irak dan Syam memberi sinyal akan menyerang Indonesia.
Hal ini dikuatkan oleh laporan dari Institute for Policy Analysis of Conflict, lembaga kajian konflik di Indonesia asal Jakarta, bahwa sedikitnya ada 50 Warga Negara Indonesia yang pergi secara diam-diam ke Suriah untuk bergabung dengan organisasi ISIS
Menteri Pertahanan saat itu, Ryamizard Ryacudu mengatakan pemerintah sejak satu atau dua bulan sebelum kejadian, sudah menemukan informasi mengenai potensi serangan teror di kawasan Senayan dan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat.
Kawasan tersebut berdekatan dengan lokasi ledakan bom Sarinah di persimpangan Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.
Ryamizard mengatakan, Badan Intelijen Negara (BIN) juga sudah memberikan laporan soal potensi serangan tersebut. Ia mengakui pelaku penyerangan memanfaatkan kelemahan aparat
Kronologi Serangan
Dikutip dari Wikipedia, serangan dimulai pada 14 Januari 2016 pukul 10.40 WIB, ketika serangkaian ledakan mengguncang persimpangan Sarinah, Jakarta Pusat.
Menurut juru bicara Kepolisian Republik Indonesia, pelaku serangan yang tidak diketahui jumlahnya ini membawa granat dan senjata api.
Belakangan diketahui jika ada 7 terduga teroris yang menjadi pelaku serangan.
Serangan dimulai ketika sebuah ledakan terjadi di tempat parkir Menara Cakrawala, di depan gerai Starbucks persimpangan Sarinah pada pukul 10.40 WIB.
Tiga ledakan berikutnya terjadi di sebuah pos polisi tepat di persimpangan Sarinah, menewaskan satu warga sipil.
Sementara dua ledakan lainnya terjadi di dalam gerai Starbucks, menewaskan satu warga sipil lainnya.
Setelah ledakan tersebut, beberapa laporan menyebutkan bahwa terjadi tiga ledakan di daerah lain, yakni Cikini, Slipi, dan Kuningan, namun laporan tersebut ditemukan sebagai pemberitaan palsu.
Setelah ledakan-ledakan tersebut, polisi mencoba menyergap beberapa pelaku serangan. Suara tembakan antara pelaku dan polisi terdengar dari dalam Menara Cakrawala.
Dilaporkan, polisi menembak mati tiga pelaku serangan, dan dua pelaku ditangkap, sementara pelaku-pelaku lainnya tewas dalam melakukan ledakan bunuh diri.
Anggota kepolisian turut menjadi korban penembakan pelaku.
Seorang wartawan foto berhasil memfoto saat 2 orang pelaku serangan muncul dari keramaian dan mulai menembaki beberapa anggota kepolisian dari jarak yang sangat dekat
Korban Terorisme
Dalam pemberitaan awal, polisi menyebutkan bahwa hanya tujuh korban jiwa dalam serangan tersebut, di mana lima orang di antaranya merupakan pelaku serangan dan dua orang lainnya merupakan korban penembakan dan ledakan.
Namun kemudian bertambah dengan meninggalnya Rais Karna, salah satu petugas office boy gedung yang terkena tembakan.
Kemudian salah satu korban dinyatakan bukan sebagai pelaku, sehingga terdapat delapan orang tewas akbat peristiwa tersebut.
Terdiri dari lima pelaku tewas dan tiga korban warga sipil. Dari tiga korban sipil tersebut, salah satunya merupakan WNA Kanada
Selain itu ada 21 orang yang terluka akibat peristiwa tersebut
Pelaku Terorisme
Menurut polisi Jakarta, seorang ekstremis Indonesia yang terkait dengan ISIL, Bahrun Naim, adalah dalang di balik serangan tersebut.
Naim, yang diperkirakan berasal dari Kota Pekalongan, Jawa Tengah, pindah ke Raqqa, Suriah beberapa waktu sebelum serangan tersebut; ia telah dikenal oleh pihak berwenang setidaknya sejak tahun 2010.
Naim tampaknya mengelola sebuah blog di mana ia memuji serangan-serangan teroris, termasuk Serangan Paris November 2015, dan menyerukan kepada orang-orang Indonesia untuk melakukan serangan-serangan semacam itu di Indonesia.
Naim ditangkap pada bulan November 2010 di rumahnya di Solo, Indonesia karena dicurigai memiliki hubungan dengan terorisme dan divonis pada bulan Juni 2011 atas tuduhan kepemilikan senjata, dan pengadilan tidak menemukan bukti yang cukup untuk memvonisnya sebagai pelaku terorisme.
Seorang pejabat Kepolisian Republik Indonesia mengatakan bahwa tiga orang telah ditahan dalam penyelidikan atas pengepungan selama empat jam di ibukota Indonesia pada hari Kamis yang menewaskan tujuh orang.
Polisi berhasil mengidentifikasi salah satu penyerang, yang fotonya tersebar luas dan menjadi wajah dari serangan tersebut, Afif Sunakim, yang terlihat membawa senjata dan ransel selama serangan.
Dia sebelumnya dijatuhi hukuman tujuh tahun karena menghadiri sebuah kamp militan.
Empat penyerang tewas dalam serangan tersebut.
Dua penyerang yang tewas dalam serangan bom bunuh diri diidentifikasi sebagai Dian Juni Kurniadi dan Ahmad Muhazab Saron, keduanya berusia 26 tahun.
Dua penyerang yang tewas dalam baku tembak dengan polisi diidentifikasi sebagai Afif alias Sunakim alias Sunardi (usia tidak diketahui), dan Marwan alias Muhammad Ali (usia 40 tahun).
Dampak Terorisme
Akibat terjadinya serangan di persimpangan Sarinah, Starbucks menutup seluruh gerainya yang berada di Jakarta.
Selain itu, nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika sempat anjlok akibat peristiwa ini.
Pengamanan kawasan vital di seluruh Jakarta ditingkatkan setelah peristiwa ini, seperti Gedung DPR/MPR dan gedung Balai Kota Provinsi DKI Jakarta.
Pengamanan di provinsi lain di Indonesia seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Bali, turut ditingkatkan.
Hukuman Pelaku
Pada hari Kamis, 20 Oktober 2016, hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Barat menjatuhkan hukuman penjara selama 10 tahun kepada Dodi Suridi, seorang terduga teroris yang terlibat dalam serangan di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat.
Serangan tersebut melibatkan aksi bersenjata dan serangan bom bunuh diri yang menewaskan delapan orang, termasuk empat tersangka pelaku.
Dodi Suridi, yang berusia 23 tahun, ditangkap sehari setelah serangan pada 15 Januari. Achmad Fauzi, hakim yang memimpin persidangan, menyatakan bahwa Dodi bersalah karena melanggar undang-undang antiterorisme dengan menyediakan bahan-bahan bom yang digunakan dalam serangan di Sarinah.
Fauzi menyebutkan bahwa Suridi mengetahui adanya rencana serangan bunuh diri, meskipun ia tidak mengetahui lokasi dan waktu serangan tersebut. Suridi juga terlibat dalam pertemuan yang membahas perekrutan pelaku bom bunuh diri.
Walaupun dalam persidangan, Suridi tidak menunjukkan penyesalan dan menyatakan tidak akan mengajukan banding, ia menganggap vonis ini sebagai risiko sebagai seorang teroris.
Kasus serangan di Sarinah ini melibatkan sekitar 40 orang yang ditahan oleh polisi.
Tersangka lainnya, Ali Hamka, dalam persidangan terpisah, juga divonis empat tahun penjara karena upayanya memasok senjata dan amunisi untuk serangan di Sarinah, Jakarta Pusat.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Profil Instagram Ko Hyung-jin Wasit Indonesia vs Malaysia, Sejarah Kelam 2019 Kembali Terbayang usai Tom Haye Dikartu Merah!
- 2LIVE SCORE Indonesia vs Malaysia, Skor 0-0 Menit ke-70 Thom Haye Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME Menang Siapa?
- 3Kalender Jawa Oktober 2026: Weton, Neptu, dan Rekomendasi Hari Baik untuk Hajatan
- 4Laga PERSIKU VS PSIS BATAL DIGELAR! Ini Alasan Manajemen Tuan Rumah Terkait Pembatalan Pertandingan
- 5Laga Persiku vs PSIS Mendadak BATAL Digelar, Netizen: Harusnya Tuan Rumah Kalah WO!
- 6F1 Ubah Jadwal GP Azerbaijan ke Sabtu, Ternyata Ini Penyebabnya
- 7Panduan Lengkap Kalender Jawa November 2026, dari Minggu Pahing hingga Senin Legi
- 8MotoGP 2026 Masuki Fase Akhir: Ini Jadwal Lengkap Sisa Balapan
- 9PLN Umumkan Pemeliharaan Jaringan di Semarang Timur, Listrik Padam 6 Jam
- 10TNT Awards Jateng 2026 Dorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah



