Jateng

Movie Vibes! Sinopsis Film Horor Perewangan: Teror Tak Terlihat dalam Keluarga yang Terjebak dalam Sebuah Kutukan

Theo Adi Pratama | 22 Oktober 2024, 13:00 WIB
Movie Vibes! Sinopsis Film Horor Perewangan: Teror Tak Terlihat dalam Keluarga yang Terjebak dalam Sebuah Kutukan

JATENG.AKURAT.CO, MD Pictures kembali menyuguhkan kepada penonton film horor yang siap mengguncang layar lebar, yaitu Perewangan.

Dengan durasi film yang cukup panjang yakni 109 menit, film ini menampilkan jajaran aktor berbakat seperti Davina Karamoy, Ully Triani, Shanty, Septian Dwi Cahyo, Randy Danistha, Eduwart Manalu, Andy/Rif, Dian Sidik, dan Beby Evelyn.

Ditulis dengan apik oleh Jeropoint, Baskoro Adi Wuryanto, dan Andri Cahyadi, serta disutradarai oleh Awi Suryadi—yang dikenal lewat karya-karya sukses seperti KKN di Desa Penari dan Danur 3: Sunyaruri—Perewangan menjanjikan sebuah pengalaman horor yang mendalam dan menegangkan, diangkat dari kisah nyata yang beredar di Thread X.

Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 24 Oktober 2024, menawarkan nuansa baru bagi para pecinta film horor.

Sinopsis Perewangan

Film ini berfokus pada kehidupan sebuah keluarga, terutama seorang gadis bernama Maya.

Kehidupan Maya mulai terguncang ketika ibunya jatuh sakit.

Sejak saat itu, serangkaian peristiwa aneh dan mengerikan mulai mengganggu kehidupan mereka.

Teror demi teror menghampiri, hingga puncaknya adalah kematian ayah Maya yang terjadi secara misterius.

Sebelum jatuh sakit, ibu Maya memiliki kebiasaan yang mencolok, yaitu menumbuk lesung kosong setiap pagi.

Tanpa disadari Maya, kebiasaan ini merupakan praktik lama yang diwariskan dari sang ayah.

Lesung kosong tersebut bukan sekadar alat rumah tangga; ia berfungsi sebagai media untuk berkomunikasi dengan makhluk halus, jin, dan setan, yang diyakini dapat membawa keberuntungan.

Alur yang Menegangkan

Dengan premis yang kuat, Perewangan membawa penonton mengikuti perjalanan Maya yang semakin terjerat dalam teror yang tidak kasat mata.

Seiring berjalannya waktu, Maya mulai mengalami kejadian-kejadian aneh yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga tekanan batin yang semakin menekan.

1. Misteri Kebiasaan Ibu: Kebiasaan aneh ibunya menumbuk lesung kosong menjadi titik awal teror yang mengganggu. Apakah kebiasaan ini memiliki makna lebih dari sekadar tradisi?

2. Kematian Ayah yang Misterius: Kematian ayah Maya menjadi puncak dari serangkaian peristiwa yang membingungkan dan menakutkan. Apa yang sebenarnya terjadi di balik kematian tersebut?

3. Kutukan yang Menghantui: Maya harus menghadapi ancaman yang tidak terlihat, dan pertanyaannya adalah apakah ia akan mampu melawan kutukan yang diwariskan oleh keluarganya?

Tema dan Pesan

Film ini tidak hanya menawarkan ketegangan, tetapi juga menggali tema-tema yang lebih dalam:

Keluarga dan Warisan: Perewangan menggambarkan bagaimana tradisi dan praktik lama dapat membawa konsekuensi yang tidak terduga bagi generasi berikutnya.

Ketidakpastian dan Ketakutan: Menyajikan ketidakpastian yang dialami Maya, film ini mencerminkan ketakutan yang sering kali tidak terlihat dalam kehidupan sehari-hari.

Pertarungan Melawan Kekuatan Gelap: Menggambarkan perjuangan Maya dalam melawan ancaman yang tidak kasat mata, film ini mengajak penonton untuk mempertanyakan apa yang sebenarnya ada di balik realitas.

Film yang Patut Dinantikan

Dengan penggarapan yang cermat dan alur cerita yang menegangkan, Perewangan diharapkan menjadi salah satu film horor yang wajib ditonton pada bulan Oktober mendatang.

Film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton untuk merenungkan tentang warisan dan konsekuensi dari praktik yang tidak dipahami sepenuhnya.

Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan film ini di bioskop pada 24 Oktober 2024.

Apakah Maya akan selamat dari ancaman tak kasat mata ini, atau justru terjebak dalam kutukan yang ditinggalkan oleh keluarganya? Hanya waktu yang akan menjawab.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.