Bahaya Tersembunyi di Balik Investasi Beresiko Rendah! Jangan Sampai Uangmu Ludes Tergerus Inflasi!

JATENG.AKURAT.CO, Banyak dari kita berpikir bahwa investasi berisiko rendah seperti deposito dan reksa dana pasar uang adalah pilihan paling aman.
Uang disimpan, dapat bunga, dan rasanya tenang. Tapi, tahukah kamu? Ada satu "risiko besar" yang sering diabaikan, yaitu risiko inflasi.
Bahaya Inflasi yang Tak Terlihat
Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa dari waktu ke waktu. Akibatnya, nilai uang kita akan menurun.
Coba bayangkan ini: kamu menyimpan Rp100 juta di deposito dengan bunga 3% per tahun.
Kedengarannya bagus, kan? Tapi, jika inflasi ternyata 5% per tahun, secara nyata, daya beli uangmu justru turun sebesar 2% atau setara dengan kerugian Rp2 juta!
Tujuan investasi sejati bukanlah hanya untuk menjaga uang tetap utuh, tapi juga untuk mempertahankan bahkan meningkatkan daya beli uang tersebut di masa depan.
Cara Melawan Inflasi dengan Strategi Cerdas
Daripada menghindari risiko sama sekali, lebih baik kita mengelolanya. Berikut dua strategi yang bisa kamu terapkan:
Strategi Stable Growth Mix: Meskipun kamu investor yang konservatif, alokasikan sebagian kecil portofoliomu ke aset dengan potensi imbal hasil lebih tinggi. Ini bisa menjadi "tameng" untuk melawan inflasi.
Strategi Time Horizon: Untuk tujuan keuangan jangka panjang (misalnya dana pensiun), beranilah mengambil risiko lebih tinggi di awal. Semakin dekat dengan waktu penggunaan dana, pindahkan asetmu ke instrumen yang risikonya lebih rendah untuk melindungi nilainya.
Intinya, tidak ada investasi yang 100% aman dari semua risiko. Strategi terbaik adalah yang paling sesuai dengan tujuan dan profil risikomu.
Jangan lupa, selalu tinjau ulang portofoliomu secara berkala dan sesuaikan seiring berjalannya waktu!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








