Jateng

Investasi Jawa Tengah Tembus Rp21,85 Triliun di Triwulan I 2025, CJIBF Jadi Ajang Strategis Tarik Investor

Arixc Ardana | 5 Mei 2025, 17:12 WIB
Investasi Jawa Tengah Tembus Rp21,85 Triliun di Triwulan I 2025, CJIBF Jadi Ajang Strategis Tarik Investor

JATENG.AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menunjukkan performa impresif di sektor investasi. Hingga Triwulan I 2025, realisasi investasi di provinsi ini tercatat mencapai Rp21,85 triliun.

Angka ini merupakan hasil kombinasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp14,08 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) lebih dari Rp7 triliun.

Total investasi tersebut tersebar dalam 20.431 proyek dan menyerap 97.550 tenaga kerja — setara dengan 16,4 persen dari total penyerapan tenaga kerja se-Indonesia.

Baca Juga: CJIBF 2025: Tawarkan 13 Proyek Investasi Clean and Clear, Wujud Komitmen Jateng pada Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Capaian ini ditegaskan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat membuka gelaran Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2025 di Hotel Tentrem, Semarang, Senin (5/5/2025).

“Investasi di Jawa Tengah sedang galak-galaknya. Dari segi penanaman, keamanan, ketertiban, perizinan—semuanya ada. Dan itu jadi jaminan kita,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa investasi adalah elemen penting dalam mendorong pemerataan dan pengembangan wilayah Jawa Tengah secara berkelanjutan.

CJIBF 2025 menjadi salah satu instrumen utama untuk memperkuat kepercayaan investor, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Dalam forum ini, ditawarkan 13 proyek investasi yang clean and clear di berbagai sektor strategis, seperti energi terbarukan, hilirisasi pangan, kesehatan, dan pariwisata.

Proyek yang dipromosikan antara lain panas bumi (geothermal), mini hydro power plant, pengolahan sampah menjadi bahan bakar (refuse derived fuel), dan rumah sakit ramah lingkungan (green hospital).

Selain proyek sektorial, lima kawasan industri unggulan di Jawa Tengah juga dipromosikan, seperti Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang, Kawasan Industri Kendal, dan Jatengland Industrial Park Sayung.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, menegaskan bahwa investasi adalah pilar fundamental dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pada 2024, ekonomi Jawa Tengah tumbuh 4,95 persen, dengan kontribusi investasi terhadap PDRB mencapai 30,53 persen. Investasi bahkan mencatat pertumbuhan sebesar 6,55 persen,” paparnya.

Rahmat juga mengungkapkan keberhasilan CJIBF tahun sebelumnya (2024) yang mencatatkan letter of intent senilai Rp13,32 triliun, serta transaksi perdagangan dari UMKM Gayeng sebesar Rp12 miliar.

Ia optimistis CJIBF 2025 akan menghasilkan capaian yang lebih tinggi, seiring makin kuatnya kepercayaan dunia usaha terhadap Jawa Tengah.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, menyatakan bahwa forum CJIBF dirancang dengan berbagai agenda strategis untuk memperkuat daya tarik investasi.

“Kami berharap investasi terus meningkat, menciptakan lebih banyak lapangan kerja, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Sakina.

Dengan pencapaian yang telah ditorehkan, Jawa Tengah semakin meneguhkan posisinya sebagai destinasi utama investasi di Indonesia, serta sebagai penopang industri dan ketahanan pangan nasional.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.