Jateng

CJIBF 2025: Tawarkan 13 Proyek Investasi Clean and Clear, Wujud Komitmen Jateng pada Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Arixc Ardana | 5 Mei 2025, 17:05 WIB
CJIBF 2025: Tawarkan 13 Proyek Investasi Clean and Clear, Wujud Komitmen Jateng pada Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

JATENG.AKURAT.CO, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menyelenggarakan Central Java Investment Business Forum (CJIBF) dan UMKM Gayeng 2025 pada 5 Mei 2025.

Acara ini menjadi momentum strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui promosi investasi, perdagangan, dan pariwisata di Jawa Tengah.

Mengusung tema “Central Java Rising: Connecting Heritage, Business, and Investment for Green & Sustainable Growth”, CJIBF 2025 menandai penyelenggaraan ke-22 forum investasi ini.

cjiBaca Juga: BI Jateng Antisipasi Lonjakan Inflasi dan Optimalkan Sistem Pembayaran Selama Ramadan dan Idulfitri

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, menegaskan pentingnya penguatan ekosistem investasi hijau yang mampu menjawab tantangan global.

“Proyek-proyek yang kami tawarkan dalam CJIBF 2025 telah melalui proses kurasi dan seleksi ketat, sehingga siap ditawarkan kepada investor. Kami ingin memastikan bahwa proyek yang dipromosikan tidak hanya layak secara ekonomi, tetapi juga memiliki kepastian regulasi dan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Rahmat.

13 Proyek Investasi Siap Tawar

Tahun ini, CJIBF menampilkan 13 proyek investasi clean and clear dari berbagai sektor prioritas yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Tengah.

Ke-13 proyek tersebut siap ditawarkan kepada calon investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Di sektor energi terbarukan, terdapat empat proyek unggulan.

Selain itu di sektor pertanian dan hilirisasi makanan-minuman juga menjadi perhatian utama.

Proyek-proyek yang ditawarkan diantaranya meliputi:

 

1. Candi Umbul Telomoyo dan Dieng Geothermal Power Plant – pengembangan energi panas bumi yang berpotensi besar dalam menyuplai energi bersih.

 

2. Waste to Derived Fuel (WDF) Grobogan – pemanfaatan limbah menjadi energi alternatif.

 

3. Mini Hydro Power Plant Banyumas – pengembangan energi air berkapasitas kecil yang ramah lingkungan.

4. Industri Garam Jepara – modernisasi produksi garam untuk kebutuhan industri.

5. Sentra Industri Perikanan Pati – pengembangan ekosistem perikanan terpadu.

6. Sistem Resi Gudang dan Subterminal Agribisnis Grobogan – penguatan infrastruktur penyimpanan hasil pertanian.

7. Pengolahan Cassava Banjarnegara – hilirisasi singkong menjadi produk bernilai tambah.

8. Pengolahan Kelapa Terintegrasi

9. Industri Pengolahan Udang Terintegrasi – pengembangan rantai nilai kelapa dan udang.

10. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Perikanan Cilacap – kawasan strategis untuk pengolahan dan ekspor hasil laut.

11. Green Hospital Kabupaten Semarang – rumah sakit berkonsep ramah lingkungan di sektor kesehatan.

12. Taman Kyai Langgeng Ecopark Magelang – pengembangan wisata edukatif dan ekologis.

Tidak hanya proyek, calon investor juga difasilitasi untuk melakukan pertemuan bisnis dengan lima kawasan industri strategis Jawa Tengah: KEK Industropolis Batang, Kawasan Industri Kendal, Kawasan Industri Wijayakusuma, Jatengland Industrial Park Sayung, dan Batang Industrial Park.

Forum Kolaboratif dan Visioner

Selain promosi investasi, CJIBF 2025 juga menghadirkan talkshow bertajuk “Strengthening Central Java’s Sustainable Growth Through Investment in Leading Sectors”.

Talkshow ini membahas pentingnya penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam investasi masa depan, dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Investasi, Kedutaan Besar Australia, Nestle Indonesia, dan Cassanatama Nutrindo.

“ESG bukan hanya tren, tetapi sebuah kebutuhan agar investasi tidak merusak lingkungan dan tetap inklusif bagi masyarakat sekitar. Jawa Tengah siap menjadi pelopor investasi berkelanjutan,” tambah Rahmat Dwisaputra dalam sesi diskusi.

UMKM Gayeng 2025: Showcase Potensi Lokal

Paralel dengan pelaksanaan CJIBF, digelar pula UMKM Gayeng 2025 sejak 1 hingga 5 Mei 2025 di Atrium Mall Paragon, Semarang.

Acara ini menampilkan 95 UMKM unggulan dari seluruh Jawa Tengah dalam bidang wastra, kriya, fesyen, dan makanan-minuman.

Berbagai kegiatan interaktif turut meramaikan acara, mulai dari Bincang Kopi, Workshop Ecoprint dan Colour Analysis, Aeropress Brewing Competition yang diikuti 81 peserta dari dalam dan luar Pulau Jawa, hingga Bar Takeover oleh barista nasional Muhammad Aga.

Bank Indonesia juga menggandeng Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) dalam sesi Business Matching antara pelaku UMKM dengan 11 buyer dari dalam dan luar negeri, termasuk Turki, Arab Saudi, Inggris, dan Selandia Baru.

Selain itu, Booth Bersama dengan tema home living menjadi kelanjutan dari fasilitasi dalam Jepara International Furniture Buyer Weeks (JIF-BW) 2025.

Menatap Masa Depan Jawa Tengah

CJIBF dan UMKM Gayeng bukan sekadar ajang promosi, tetapi bentuk nyata dari sinergi strategis antara Bank Indonesia dan Pemprov Jateng dalam mendukung transformasi ekonomi daerah.

Harapannya, proyek-proyek yang ditawarkan tahun ini mampu menarik investasi konkret yang berdampak langsung bagi penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya saing UMKM, dan terwujudnya pembangunan berkelanjutan di Jawa Tengah.

“Melalui forum ini, kami ingin menunjukkan bahwa Jawa Tengah tidak hanya kaya akan potensi, tetapi juga siap secara regulasi dan infrastruktur untuk menjadi tujuan investasi unggulan nasional dan global,” tutup Rahmat Dwisaputra.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.