Jateng

Sepanjang 2023, OJK Jateng Layani 1.166 Aduan Masyarakat, Terbanyak terkait Perbankan Sektor Pembiayaan dan Asuransi

Arixc Ardana | 1 Maret 2024, 11:34 WIB
Sepanjang 2023, OJK Jateng Layani 1.166 Aduan Masyarakat, Terbanyak terkait Perbankan Sektor Pembiayaan dan Asuransi

AKURAT.CO, Selama tahun 2023, OJK Provinsi Jawa Tengah telah aktif dalam menjalankan program-program untuk meningkatkan literasi keuangan dan perlindungan konsumen.

Sebanyak 127 kegiatan edukasi keuangan telah dilaksanakan, menjangkau lebih dari 32.000 peserta dari berbagai lapisan masyarakat.

Selain itu, OJK telah menyediakan fasilitas "Kafe Literasi" dan "Mini Galeri Sejarah Gedung Kantor OJK" sebagai sarana untuk berbagi pengetahuan dan pembelajaran tentang keuangan.

Baca Juga: Tinjauan Kondisi Sektor Jasa Keuangan di Jateng, per Desember 2023 DPK Sentuh Rp370,79 Triliun Penyaluran Kredit Rp375,09 Trilliun

Pengelolaan dan penanganan pengaduan juga menjadi fokus OJK.

Dalam periode yang sama, OJK menerima total 1.166 pengaduan dan permintaan informasi melalui surat dan Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK).

"Mayoritas pengaduan berasal dari sektor perbankan, diikuti oleh sektor pembiayaan dan asuransi. Hal ini menunjukkan pentingnya perlindungan konsumen dalam industri keuangan," papar Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah Sumarjono.

Percepatan Akses Keuangan Daerah

Program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Jawa Tengah juga mencatat capaian positif.

Program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp56,62 miliar kepada 4.437 debitur sejak Januari 2023.

Program lainnya, seperti Pusat Informasi Keuangan Terpadu Desa/Kelurahan (PIKD), juga telah diluncurkan di beberapa wilayah Jawa Tengah dengan harapan dapat memberikan akses keuangan yang lebih luas kepada masyarakat di daerah.

Sedangkan dari sektor pasar modal, di Jawa Tengah mengalami pertumbuhan yang signifikan hingga Desember 2023.

Data menunjukkan peningkatan jumlah investor individu dalam sektor saham (SID Saham) sebesar 19,62 persen year-over-year (yoy), mencapai total 617.651 investor.

Sementara itu, jumlah investor dalam reksadana (SID Reksadana) tumbuh sebesar 17,42 persen yoy, mencapai 1.348.976 investor.

Sektor Surat Berharga Negara (SID SBN) juga menunjukkan pertumbuhan yang solid sebesar 22,10 persen yoy, mencapai 81.606 investor.

Tingginya minat investor, terutama individu, menandakan kepercayaan yang meningkat terhadap pasar modal sebagai instrumen investasi yang menjanjikan.

Pertumbuhan ini juga mencerminkan kesadaran akan pentingnya mengelola investasi secara cerdas dan memanfaatkan peluang di pasar modal.

Perkembangan positif dalam sektor pasar modal dan upaya pendidikan keuangan yang dilakukan oleh OJK Provinsi Jawa Tengah menandai komitmen dalam memajukan sektor keuangan di wilayah tersebut.

Dengan peningkatan literasi keuangan dan perlindungan konsumen, serta program-program yang mendukung akses keuangan di daerah, diharapkan masyarakat Jawa Tengah dapat lebih memahami dan memanfaatkan layanan keuangan secara bijaksana, sehingga tercipta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.