Jateng

Momen Libur Akhir Tahun, Konsumsi BBM di Jawa Tengah dan DIY Alami Lonjakan, Dexlite Capai 173 Persen

Arixc Ardana | 27 Desember 2023, 16:19 WIB
Momen Libur Akhir Tahun, Konsumsi BBM di Jawa Tengah dan DIY Alami Lonjakan, Dexlite Capai 173 Persen

AKURAT.CO SEMARANG, Libur Natal 2023 memberikan dampak signifikan terhadap konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah mencatat peningkatan yang cukup mencolok, terutama pada tanggal 23 Desember 2023.

Berdasarkan catatan Satuan Tugas (Satgas) PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, tren ini membuktikan kenaikan konsumsi pada produk Dex Series dan Pertamax Series.

Baca Juga: Mengintip Misteri di The Red Lion Hotel, Salisbury: Hotel Tertua dengan Penghuni Gaib

Pada puncak arus libur Natal, terjadi lonjakan signifikan pada produk Dex Series dan Pertamax Series.

Dexlite mencatat kenaikan hingga 173 persen, sementara Dex naik sebesar 73 persen dibandingkan dengan rerata harian Oktober 2023.

Sementara itu, Pertamax mengalami peningkatan sebesar 44 persen, dan Pertamax Turbo melonjak hingga 62 persen.

Seluruh angka ini dibandingkan dengan rerata harian pada bulan Oktober 2023.

Menurut Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Aji Anom Purwasakti, penjualan BBM tertinggi tercatat di SPBU KM 338A yang berlokasi di tol Trans Jawa.

"Gasoline (bensin) melonjak hingga 666 persen, sementara gasoil (BBM mesin diesel) mengalami peningkatan sebesar 119 persen di SPBU KM 429A," terangnya di Semarang, Rabu 27 Desember 2023.

Baca Juga: Apa Itu Penyakit Cacar Monyet? Cek Penyebab, Gejala dan Penularannya, Termasuk Cara Pengobatan

Aji Anom juga merinci bahwa puncak konsumsi di jalur tol, khususnya jalur B atau arah Jakarta, diprediksi terjadi pada 30 Desember 2023 hingga 1 Januari 2024.

Pertamina telah memprediksi kenaikan konsumsi ini, mengingat lokasi strategis Jawa Tengah sebagai titik ideal untuk pengisian kendaraan yang telah menempuh perjalanan lebih dari 250 kilometer dari Jakarta.

Dilihat dari realisasi per kota dan kabupaten, wilayah yang mengalami kenaikan konsumsi tertinggi selama libur akhir tahun adalah kota yang berada di jalur pantura.

Kabupaten Brebes mencatat kenaikan sebesar 24 persen, disusul oleh Kabupaten Pekalongan dengan 23 persen, dan Kabupaten Batang dengan 22 persen.

Baca Juga: Jadwal dan Link Live Streaming Liga 3 Jateng 2023, Cek Lengkap Siapa Pemenangnya? CEK SKOR Babak Pertama Kedua LIVE SCORE

Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Region Jawa Bagian Tengah, Brasto Galih Nugroho, menambahkan bahwa Pertamina telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi antrian di SPBU regular.

"Upaya ini termasuk penambahan 13 titik Kiosk Siaga Pertamina, 87 unit PDS/Motoris untuk jalur non tol, 4 unit PDS/Motoris untuk jalur tol, 5 unit Mobil Siaga di exit tol, dan 59 SPBU Kantong," jelas Brasto.

Guna memastikan layanan tetap optimal, Pertamina mengoperasikan Integrated Enterprise Data & Center Command Center (IEDCC).

CCTV di SPBU telah terkoneksi ke Command Center, memungkinkan monitoring stok dan kondisi antrian secara real-time.

"Stok di SPBU dapat kami pantau secara realtime melalui sistem tersebut, dan di masa satgas ini kami terus memastikan para wisatawan dan masyarakat yang sedang berlibur akhir tahun dapat terlayani dengan baik," lanjut Brasto.

Baca Juga: Polemik Pilkades Serentak Gelombang II, Ketua DPRD Demak Harap Kasus Desa Mlaten Tak Terulang

Melalui langkah-langkah ini, Pertamina berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang tengah merayakan liburan akhir tahun di Jawa Tengah dan DIY.

Apabila masyarakat membutuhkan informasi serta layanan PT Pertamina Patra Niaga selama masa Natal dan Tahun Baru, masyarakat dapat memanfaatkan layanan pelanggan Channel Pertamina Call Center 135.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.