Jateng

Bukan Sekadar Ijazah, Ini Bekal yang Ditekankan Rektor UPGRIS kepada 1.255 Wisudawan

Arixc Ardana | 13 Oktober 2026, 09:23 WIB
Bukan Sekadar Ijazah, Ini Bekal yang Ditekankan Rektor UPGRIS kepada 1.255 Wisudawan
Prosesi wisuda ke 84, yang berlangsung di Balairung Kampus I UPGRIS Semarang, Selasa (13/10/2026).

JATENG.AKURAT.CO SEMARANG – Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mewisuda sebanyak 1.255 lulusan dalam prosesi wisuda ke-84, yang digelar selama dua hari, 13-14 Oktober 2026.

Rektor UPGRIS, Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., berpesan agar para lulusan tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga menjunjung tinggi etika, integritas, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Sapto dalam prosesi wisuda yang berlangsung di Balairung Kampus I UPGRIS Semarang, Selasa (13/10/2026).

Dalam sambutannya, Sapto menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan di UPGRIS.

Ia juga mengapresiasi kepercayaan para orang tua yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk menempuh pendidikan tinggi di kampus tersebut.

Menurutnya, pendidikan yang diberikan UPGRIS tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Wisuda ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan langkah awal bagi para lulusan untuk mulai menempuh kehidupan baru,” ujarnya.

Ia berharap ilmu, pengalaman, dan keterampilan yang diperoleh selama menjalani perkuliahan dapat diterapkan dalam kehidupan nyata serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Sapto menjelaskan, UPGRIS terus mengembangkan kurikulum yang menyesuaikan dengan kebutuhan zaman dan dunia kerja.

Pembekalan keterampilan tersebut diharapkan membantu lulusan agar lebih siap menghadapi persaingan serta memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan.

Selain kompetensi akademik, ia menekankan pentingnya karakter sebagai bekal dalam menjalani kehidupan profesional maupun bermasyarakat.

Sapto mengingatkan para lulusan untuk tetap memegang teguh nilai-nilai yang dikembangkan di lingkungan UPGRIS, yakni adab, adaptif, antusias, dan integritas.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut perlu diterapkan dalam berbagai situasi, baik ketika memasuki dunia kerja, membangun usaha, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kemampuan beradaptasi dan antusiasme dalam belajar menjadi hal penting di tengah perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat.

Namun, semua itu harus diimbangi dengan adab serta integritas agar para lulusan mampu menjadi pribadi yang profesional dan bertanggung jawab.

“Para wisudawan diharapkan dapat membawa nilai-nilai yang dikembangkan di Universitas PGRI Semarang, terutama adab, adaptif, antusias, dan tetap memiliki integritas yang baik,” pesannya.

Pada pelaksanaan wisuda kali ini, sebanyak 1.255 lulusan mengikuti prosesi yang dibagi dalam dua tahap, yakni hari pertama, Selasa 13 Oktober 2026 dan hari kedua, Rabu 14 Oktober 2026.

Jumlah tersebut termasuk mahasiswa yang mengikuti wisuda secara daring.

Di antara peserta wisuda, terdapat 130 mahasiswa dari program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui skema RPL afirmasi pendidikan, yang mengikuti wisuda secara daring.

"Sebanyak 130 mahasiswa Program Pemenuhan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru mengikuti wisuda melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Afirmasi," jelasnya.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kualifikasi akademik guru yang diselenggarakan melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru

Sapto menegaskan, UPGRIS berkomitmen untuk terus memberikan layanan pendidikan dan membuka kesempatan bagi lulusan yang ingin meningkatkan kualifikasi akademiknya.

Bagi lulusan sarjana yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister maupun lulusan magister yang berencana menempuh pendidikan doktoral, UPGRIS siap memberikan kesempatan melalui program studi lanjutan yang tersedia.

Ia berharap para lulusan terus mengembangkan kemampuan diri dan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan sarjana.

“Bagi lulusan yang ingin melanjutkan studi, baik dari S1 ke S2 maupun dari S2 ke S3, kami dengan senang hati membuka kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di UPGRIS,” katanya.

Melalui wisuda ini, UPGRIS berharap para lulusan mampu menjadi sumber daya manusia yang kompeten, berkarakter, dan berkontribusi bagi masyarakat. Bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, serta nilai-nilai etika yang diperoleh selama kuliah diharapkan menjadi fondasi untuk menghadapi tantangan sekaligus membuka peluang baru pada masa mendatang.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.