Jateng

Guru SMP Perlu Tingkatkan Pemahaman Pragmatik untuk Efektivitas Pembelajaran Bahasa Indonesia

Arixc Ardana | 16 Agustus 2025, 21:40 WIB
Guru SMP Perlu Tingkatkan Pemahaman Pragmatik untuk Efektivitas Pembelajaran Bahasa Indonesia

JATENG.AKURAT.CO, Pemahaman pragmatik, yaitu ilmu tentang makna bahasa dalam konteks, terbukti menjadi salah satu kunci penting dalam keberhasilan komunikasi antara guru dan siswa di ruang kelas.

Hal ini diungkapkan melalui penelitian tim dosen Universitas PGRI Semarang yang terdiri dari Dr. Ika Septiana, M.Pd. selaku ketua tim, bersama Muhajir dan Ahmad Ripai.

Penelitian yang berlangsung pada Mei–Agustus 2025 di SMP Negeri 37 Semarang ini menganalisis interaksi guru dan siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia.

Baca Juga: Desa Doplang Menuju Desa Wisata Ikonik Bunga Sedap Malam, Hasil 3 Tahun Program Pengabdian Multiyears DRTPM UPGRIS

Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman.

Ragam Tindak Tutur Guru yang Dominan

Menurut temuan tim, terdapat tiga kategori utama tindak tutur yang paling sering digunakan guru, yaitu:

  1. Direktif – berupa perintah atau arahan, misalnya “Silakan membentuk kelompok”.
  2. Representatif – berupa pemberian informasi, misalnya saat menjelaskan materi.
  3. Ekspresif – berupa ungkapan perasaan atau sikap, seperti motivasi: “Ayo fokus, materi ini penting untuk ujian.”

“Setiap jenis tuturan menimbulkan respons berbeda dari siswa, baik berupa tindakan fisik maupun perubahan sikap,” jelas Muhajir, anggota tim peneliti.

Risiko Miskomunikasi di Kelas

Dr. Ika menegaskan, komunikasi verbal guru di kelas tidak selalu berjalan efektif.

“Kadang maksud tuturan guru tidak dipahami siswa secara tepat, sehingga terjadi miskonsepsi,” ujarnya.

Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman pragmatik sangat penting agar pesan yang disampaikan sesuai dengan konteks pembelajaran.

Sementara itu, Ahmad Ripai menambahkan bahwa kesalahan kecil dalam tindak tutur bisa berakibat pada rendahnya keterlibatan siswa.

“Bahasa yang digunakan guru bukan sekadar alat menyampaikan materi, tetapi juga menentukan bagaimana siswa terhubung dengan pelajaran,” ungkapnya.

Rekomendasi: Pelatihan Pragmatik bagi Guru

Berdasarkan hasil penelitian, tim merekomendasikan perlunya pelatihan khusus bagi guru SMP untuk meningkatkan keterampilan berbahasa yang sesuai dengan prinsip pragmatik.

Penguasaan strategi tindak tutur dinilai sangat penting dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21.

“Dengan pemahaman pragmatik yang baik, guru dapat menciptakan suasana kelas yang lebih interaktif, komunikatif, dan minim miskonsepsi,” tambah Dr. Ika.

Penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya berfokus pada struktur bahasa, tetapi juga pada konteks penggunaan bahasa di kelas.

Dengan begitu, interaksi guru dan siswa dapat berjalan lebih efektif, sehingga tujuan pendidikan tercapai secara optimal.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.