Unwahas Teken MoU dengan Perusahaan Jepang, Siap Cetak Tenaga Kerja yang Berkualitas

Akurat.co – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) melalui Yayasan Wahid Hasyim Semarang (YWHS) bersama PT OS Selnajaya, Jepang baru-baru ini menggelar penandatangan Memorandum of Understanding (MoU).
Kegiatan yang digelar di ruang Theater Gedung Fakultas Kedokteran Unwahas tersebut dihadiri langsung oleh Satoshi Miyajima Presiden Direktur PT OS Selnajaya, Ketua Umum YWHS Prof Noor Achmad beserta jajaran, perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang, Rektor Unwahas Prof Mudzakkir beserta Civitas Academica Unwahas.
Unwahas melalui YWHS terus mengembangkan kerja sama internasional untuk memberikan kemajuan pendidikan dan pelatihan bagi mahasiswa dan lingkungan.
Baca Juga: Awali Tahun 2024, UNNES Wisuda 986 Lulusan
Prof Noor Achmad dalam sambutanya menyebutkan Unwahas siap untuk ambil bagian dalam mendirikan pusat pelatihan atau training center (TC) bagi tenaga kerja Indonesia yang disiapkan memasuki pasar kerja oleh negara Jepang tersebut.
“Kami sudah siapkan gedung untuk TC yang dilengkapi fasilitas hotel Bintang 3. Sehingga kami siap berkontribusi dalam mencetak tenaga kerja Indonesia yang berkualitas,” ungkapnya, Selasa (6/2/2024).
Kerja sama yang diawali pertemuan perdana pada Oktober 2023 lalu saat ini telah sah ditandatangai oleh masing-masing pihak, sehingga saat ini Unwahas telah resmi menjadi salah satu TC bagi PT. OS Selnajaya.
Baca Juga: Banjir Grobogan, BPBD Mulai Salurkan Bantuan dan Dirikan Dapur Umum Untuk Warga Terdampak
“Dalam kerja sama ini Unwahas menyiapkan fasilitas seperti gedung untuk asrama, ruang pelatihan, dan sarana pendukung lainnya yang berada di komplek kampus gunungpati,” pungkasnya.
Sementara itu Satoshi Miyajima menjelaskan, PT OS Selnajaya saat ini berkantor pusat di Kota Tokyo Jepang dan memiliki kantor cabang di 32 negara.
“Kebetulan saya memimpin Kantor di Indonesia yang berada di Menara Astra Jl Jendral Sudirman Jakarta,” ungkapnya.
Dalam kerja sama ini pihaknya akan menyiapkan rekrutmen sekaligus memberikan pelatihan, dan memberikan penyaluran tenaga kerja yang sudah mengikuti pelatihan selama enam bulan sebelum diberangkatkan ke Jepang.
Baca Juga: Sejarah dan Perjalanan Masjid Agung Payaman: Keberkahan dan Kesakralan di Tengah Magelang
“Peluang kerja di negara Jepang saat ini terbuka lebar, sehingga kesempatan bagi pencari kerja termasuk dari mancanegara sangat dinantikan,” ungkapnya.
Kerja sama kedua pihak tersebut lebih lanjut bertujuan untuk berkontribusi meningkatkan skill melalui program persiapan dan pelatihan kerja ke Jepang.
“Kami akan bersinergi membangun sarana penunjang pelatihan bagi SDM muda dari Semarang dan sekitarnya. Dimana saat ini beberapa program pelatihan untuk para peserta telah tersedia, misalnya disektor hospitality (perawat lansia), perhotelan dan restoran, perikanan, teknik dan manufaktur,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








