Dorong Penguatan Zona Integritas, Sekolah Pascasarjana UNNES Optimalkan TI dan Manajemen Media

AKURAT.CO SEMARANG - Penguatan pelayanan publik yang cepat, prima dan memuaskan, diterapkan Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (Unnes).
Upaya yang dilakukan Sekolah Pascasarjana Unnes ini, sebagai langkah untuk dapat memperoleh predikat Wilayan Bebas Korupsi (WBK) serta Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Terlebih, Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Semarang telah mencanangkan zona integritas pada Oktober 2022 lalu.
Baca Juga: Kemarau, 31 Desa di Rembang Alami Kekeringan
Program reformasi birokrasi dan zona integritas merupakan program kerja Presiden Republik Indonesia, dalam mendukung pemerintahan dan Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTNBH) yang bersih dan terpercaya, sehingga mampu menjadi pusat pengetahuan, penelitian dan pengabdian masyarakat.
Dalam mewujudkan hal tersebut, penting untuk memperhatikan penguatan pelayanan publik yang cepat, prima dan memuaskan.
Implementasi reformasi birokrasi tersebut, diwujudkan dengan pembangunan zona integritas yang sejalan dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 90 Tahun 2021, tentang Pembangunan dan Evaluasi Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Instansi Pemerintah.
Pelaksanaan zona integritas bukan hal yang mudah, karena harus melakukan berbagai perubahan dan perbaikan tata kelola, dengan cara membangun sistem, membangun manusia, dan membangun budaya.
"Upaya tersebut tentunya akan lebih maksimal, dengan lebih memanfaatkan teknologi informasi serta manajemen media," terang Wakil Direktur II Sekolah Pascasarjana, Prof.Eko Handoyo.
Hal tersebut disampaikannya, disela pelatihan bagi para tenaga kependidikan Sekolah Pascasarjana Unnes, dalam mengelola media sosial, yang digelar secara daring, Selasa malam, 12 September 2023.
Baca Juga: Per 1 September 2023, Pelayanan Kesehatan Covid-19 Peserta JKN Dijamin BPJS Kesehatan
Pelatihan tersebut, sebagai upaya agar para tenaga kependidikan lebih dapat memaksimalkan media sosial masing-masing, untuk promosi kelembagaan Sekolah Pascasarjana dalam rangka implementasi ZI.
"Harapannya, agar ke depan tugas untuk mengelola media sosial Sekolah Pascasarjana bukan hanya menjadi tugas operator atau tenaga IT semata, namun lebih pada tanggungjawab semua tenaga kependidikan," terangnya.
Dipaparkan, jika semua staf tenada kependidikan (tendik) diwajibkan untuk mulai mengisi web maupun media sosial Sekolah Pascasarjana, baik melalui tulisan, artikel, flyer kegiatan, video konten dan lain sebagainya.
Baca Juga: Seminar Kewirausahaan UPGRIS, Tren Minat Mahasiswa untuk Berwirausaha Semakin Meninggi
"Dengan demikian website dan media sosial Sekolah Pascasarjana Unnes benar-benar berfungsi, sebagai media promosi yang memberikan manfaat bagi Sekolah Pascasarjana," tandas Prof Eko.
Diketahui, jika pemanfaatan teknologi merupakan enabler terhadap peningkatan kinerja di suatu unit kerja, sehingga memungkinkan pengukuran kinerja, manajemen SDM dan pelayanan publik yang berlangsung lebih baik.
Teknologi informasi dan media sosial juga dapat digunakan public campaign dalam pembangunan zona integritas (ZI).
Baca Juga: Perdalam Ilmu Jurnalisme Olahraga, FIK Unnes Gandeng PWI Jateng
Melalui media sosial, masyarakat akan semakin tahu serta peduli, sehingga secara langsung akan memengaruhi persepsi publik kearah yag lebih baik, sehingga hal ini menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan ZI di pascasarjana.
Sementara dalam pelatihan tersebut, hadir sebagai narasumber yakni Kepala Seksi Humas Unnes Surahmat, S.Pd.,M.Pd.
Dalam materinya, disampaikan perlunya lebih banyak mengekspos setiap aktifitas rutin di kantor dalam segi hal yang positif ke media sosial, untuk mempromosikan Sekolah Pascasarjana khususnya dalam rangka pembangunan zona integritas.
"Hal ini perlu dilakukan agar masyarakat semakin tahu, serta tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Unnes, khususnya Sekolah Pascasarjana semakin meningkat," terang Rahmat.
Lebih lanjut dijelaskan, bahwa tenaga kependidikan merupakan tangan panjang Humas untuk mempromosikan Sekolah Pascasarjana, baik itu melalui media sosial resmi Pascasarjana maupun akun pribadi masing-masing.
"Pada intinya saling berlomba mengabarkan kebaikan Sekolah Pascasarjana melalui media sosial," jelasnya.
Selain menggunakan media sosial untuk keperluan promosi, Sekolah Pascasarjana juga secara masif telah mempublikasikan komitmennya terhadap pembangunan zona integritas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?







