Rektor UNNES Sampaikan Belasungkawa Atas Meninggalnya Dosen Fakultas Teknik

AKURAT.CO SEMARANG - Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES), Prof Dr Martono menyampaikan rasa bela sungkawa atas meninggalnya seorang dosen Fakultas Teknik.
Rektor menyampaikan duka mendalam setelah mendapat informasi tersebut pada pagi hari, Kamis (7/9/2023).
"Innalillah wa Inna Ilaihi Roji'un, kami segenap keluarga besar Universitas Negeri Semarang berduka karena beliau telah meninggalkan kami semua. Kami lantunkan doa terbaik untuk beliau," ujarnya saat diwawancara.
Baca Juga: Berikut 4 Tips Menjadi Seorang Karyawan yang Bisa Produktif Tinggi
Rektor mengatakan, berdasarkan informasi yang dia dapat, dosen tersebut meninggal karena sakit diabetes yang dideritanya.
"Informasi terakhir yang bersangkutan (dosen meninggal) disebabkan diabetes," ujar Rektor yang belum mau menyebut nama untuk menghormati keluarga besar dosen tersebut.
Rektor menambahkan, saat ini masalah tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Pihak keluarga juga sudah sampai di Kota Semarang dari Yogyakarta.
Baca Juga: 4 Bahasa Asing Ini Wajib Dikuasai Bila Ingin Bekerja di Perusahaan Global
"Mungkin sekarang masih diotopsi ya, tergantung persetujuan keluarga. Keluarganya sudah di Semarang. Semoga pihak keluarga ditabahkan," tutur Rektor.
Rektor UNNES sendiri mendapat informasi dari Dekan Fakultas Teknik bahwa dosen tersebut diperkirakan sudah meninggal sejak tiga hari yang lalu.
"Saya diberitahu dari Dekan Fakultas Teknik bahwa yang bersangkutan meninggal sejak tiga hari yang lalu. Namun baru ketahuan tadi malam di kar kos," ungkapnya.
Baca Juga: Event Semesta Berpesta Siap Menghibur Warga Solo, Catat Tanggal dan Amankan Tiketnya
"Memang sudah tiga hari dia tidak masuk. Namun dari catatan Fakultas Teknik memang beliau sudah sakit cukup lama," tambahnya.
Sebelumnya, pada Rabu malam pukul 22.00 WIB ditemukan seorang dosen UNNES yang meninggal di sebuah kamar kos yang beralamat di Kelurahan Patemon RT 3 RW 1 Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.
Berdasarkan informasi, dosen tersebut terlihat ngobrol dengan saksi hari minggu malam pukil 22.00 WIB. Diketahui pula disen tersebut hidup sendiri dan belum memiliki pasangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








