Jateng

10 Prodi Vokasi Paling Ketat Dalam SNBP 2024, Ada Prodi Incaranmu?

Theo Adi Pratama | 21 Januari 2025, 12:57 WIB
10 Prodi Vokasi Paling Ketat Dalam SNBP 2024, Ada Prodi Incaranmu?

JATENG.AKURAT.CO, Terdapat 10 program studi vokasi paling ketat dalam SNBP 2024.

Sekolah atau program vokasi semakin banyak peminatnya dalam beberapa tahun terakhir.

Lulusan dari sekolah vokasi jika dia mengambil D4 akan bergerak Sarjana Terapan (STr).

Sekolah vokasi banyak dipilih karena mata kuliah yang diberikan akan lebih banyak praktek.

Dibandingkan S1 yang memang mengedepankan teori.

Prodi dalam sekolah vokasi juga sudah mulai masuk dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur prestasi, tulis maupun mandiri.

Baca Juga: Siswa Kelas 12 Wajib Tahu, Berikut Ini 10 Prodi Terketat di SNBP 2024

Dalam SNBP 2024, terdapat 10 prodi vokasi yang paling ketat. Ini bisa jadi bahan pertimbangan dalam memilih prodi SNBP 2025.

1. Teknik Informatika, Politeknik Negeri Bandung (Polban)

Pendaftar : 927
Lulus : 13
Keketatan : 1,40%

2. Keperawatan Anestesiologi, UNS

Pendaftar : 812
Lulus : 12
Keketatan : 1,48%

3. Kebidanan, UNPAD

Pendaftar : 483
Lulus : 8
Keketatan : 1,66%

Baca Juga: 13 SMA/SMK Di Klaten Kuota SNBP Hanya 5%!

4. Administrasi Bisnis, Polban

Pendaftar : 736
Lulus : 13
Keketatan : 1,77%

5. Akuntansi, Polban

Pendaftar : 550
Lulus : 13
Keketatan : 2.36%

6. Tata Boga, UNY

Pendaftar : 675
Lulus : 16
Keketatan : 2,37%

7. Destinasi Pariwisata, Polban

Pendaftar : 254
Lulus : 7
Keketatan : 2,76%

8. Teknik Mesin, Polban

Pendaftar : 456
Lulus : 13
Keketatan : 2,85%

Baca Juga: 10 Jurusan Paling Ketat di UNS dalam SNBP 2024, Ada Jurusan Pilihanmu?

9. Teknik Elektro, Polban

Pendaftar : 447
Lulus : 13
Keketatan : 2,91%

10. Tata Rias dan Kecantikan, UNY

Pendaftar : 272
Lulus : 8
Keketatan : 2,94%

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.