Jateng

Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Beri Penyuluhan Bahaya Seks Bebas Pada Remaja di Desa Kandri Kecamatan Gunungpati

Theo Adi Pratama | 15 Juli 2024, 17:37 WIB
Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Beri Penyuluhan Bahaya Seks Bebas Pada Remaja di Desa Kandri Kecamatan Gunungpati

JATENG.AKURAT.CO, Perkembangan zaman yang begitu pesat sering kali diiringi dengan fenomena pergaulan bebas yang dapat merusak generasi penerus bangsa.

Di Desa Kandri, perubahan nilai-nilai sosial dan budaya yang lebih terbuka terhadap seksualitas telah mempengaruhi perilaku remaja.

Sayangnya, edukasi dan pemahaman tentang seks masih dianggap tabu oleh masyarakat, sehingga remaja lebih mudah terpengaruh oleh konten media massa yang sering mengglorifikasi seks bebas.

Akibatnya, angka kehamilan di luar nikah dan pengajuan dispensasi pernikahan dini di Indonesia terus meningkat.

Untuk mengatasi masalah ini, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang mengadakan penyuluhan bertajuk "Bahaya Seks Bebas Merusak Masa Depan Remaja" yang ditujukan kepada Paguyuban Pemuda RT 02/RW 01, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Baca Juga: Wisata Hits Banjarnegara: Inilah 5 Alasan Mengapa Curug Pletuk Adalah Tempat Terbaik untuk Healing

Penyuluhan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 25 Juni 2024, bertepatan dengan kegiatan karang taruna paguyuban pemuda RT 02/RW 01 Desa Kandri, dan dihadiri oleh 30 peserta.

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk pemaparan materi dan diskusi interaktif, yang disampaikan oleh narasumber dari Forum Perempuan Universitas Semarang, Yuli Fitria, dan mahasiswa Ilmu Komunikasi USM, Yodo Alif.

Materi yang diberikan dalam penyuluhan ini mencakup pengertian seks bebas, bahaya seks bebas, dan faktor pendorong seks bebas.

Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terkait bahaya seks bebas.

Baca Juga: Pecinta Pantai Wajib Kunjungi! 4 Pantai Terindah Ini Hanya Bisa Kamu Temukan di Pacitan! Kecantikannya Mengalahkan Pantai-pantai di Bali

Selama penyuluhan berlangsung, audiens memberikan tanggapan dengan antusias dan interaktif.

Menurut Nur Rohmah, salah satu peserta, mengatakan "Materi yang disampaikan sudah cukup memenuhi dan komplit, serta relevan dengan apa yang terjadi di Desa Wisata Kandri. Edukasi seperti ini sangat penting khususnya bagi remaja yang baru menginjak SMP, apalagi zaman sekarang banyak sekali isu-isu tentang seks bebas dan pernikahan dini."

Yodo Alif, selaku Ketua tim pelaksana penyuluhan, menyampaikan, "Mahasiswa Universitas Semarang meriset bahwa telah terjadi lonjakan pergaulan bebas di Desa Kandri. Harapan kami setelah kegiatan pengabdian masyarakat ini diadakan adalah menjadi pengingat untuk setiap generasi masyarakat Desa Kandri tentang bahaya seks bebas. Kegiatan ini diselenggarakan atas rancangan kami para mahasiswa dengan tujuan mulia yaitu memberikan ilmu yang kami dapatkan dari dosen Fakultas Ilmu Komunikasi dan merealisasikannya ke dalam lingkup yang sesuai dan pastinya menimbulkan manfaat bagi masyarakat."

Baca Juga: Petualangan Menakjubkan Menanti! Jelajahi Lebih Dalam 5 Desa Unik di Kebumen Ini, Bisa Melihat Pemandangan Sungai Bawah Tanah Lho

Penyuluhan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan generasi yang lebih sadar akan bahaya seks bebas dan pentingnya menjaga diri dari perilaku yang merugikan masa depan.

Edukasi yang tepat dan relevan akan membantu remaja Desa Kandri untuk mengambil keputusan yang bijak dalam pergaulan sehari-hari.***

 

(Berita merupakan kiriman dari Aldaka Ramadhan B, Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Semarang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.