Jateng

STPKat Santo Fransiskus Asisi Semarang Mengadakan Kegiatan Pastoral Care di Panti Asuhan Santo Thomas Bergas

Theo Adi Pratama | 17 Oktober 2023, 22:31 WIB
STPKat Santo Fransiskus Asisi Semarang Mengadakan Kegiatan Pastoral Care di Panti Asuhan Santo Thomas Bergas

AKURAT.CO, Sebuah pandangan yang negatif tentang panti asuhan dimata masyarakat adalah sebuah tempat pembuangan seorang anak atau diasingkan dari keluarga.

Pada dasarnya panti asuhan memang tempat bagi keluarga yang mengalami pemasalahan perekonomian yang membelit dalam hidupnya.

Sehingga untuk membawa pada karya keselamatan Allah yang memerdekakan martabat manusia, dalam karya kerasulan para Suster Abdi Kristus (lokal Indonesia), mewujudkan dalam bentuk sebuah Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) untuk mendukung program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan yang merajarela di Bumi Pertiwi.

Baca Juga: Bacaan Pertama, Bacaan Injil dan Renungan Harian Selasa Pekan Biasa 17 Oktober 2023

Oleh karena itulah maka Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPKat) Santo Fransiskus Asisi Semarang mengadakan sebuah kegiatan yang bernama Pastoral Care dengan melakukan kunjungan ke Panti Asuhan.

Panti Asuhan yang dikunjungi oleh Mahasiswa dari STPKat Santo Fransiskus Asisi Semarang adalah Panti Asuhan St. Thomas Bergas.

Melalui salah satu mahasiswanya yakni Bonaventura Omega Kristian Narwastu, berikut ini adalah refleksi yang dia dapatkan selama mengikuti kegiatan Pastoral Care:

Baca Juga: CEK FAKTA Trending di Twitter Mahfud MD Cawapres Ganjar Pranowo, Kabar Usai Bertemu Megawati Malam Ini

Mata Kuliah Pastoral care, bagi saya pribadi care adalah bertujuan untuk pengembangan diri.

Mata kuliah ini juga mengajarkan pentingnya pengembangan diri bagi perawat pastoral.

Bagaimana merawat diri sendiri, menjaga kesehatan mental dan emosional, serta mengelola stres adalah aspek-aspek yang perlu diperhatikan oleh pemeran yang berperan dalam perawatan pastoral atau pastoral care.

Dalam Pengembangan diri terdapat banyak aspek yang pelu dimiliki pelaku atau pemeran pastoral care.

Baca Juga: Indonesia Lolos Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ketemu Musuh Bebuyutan Vietnam, Menang atau Kalah?

Hal lain yang perlu di perkuat dalam diri adalah Pentingnya Empati: Salah satu konsep umum dalam perawatan pastoral adalah kemampuan untuk merasa empati terhadap penderitaan dan kebutuhan orang lain.

Dalam mata kuliah ini, saya belajar bahwa menjadi pelaku pastoral care bukan hanya tentang memberikan nasihat atau solusi, tetapi juga tentang mendengarkan dengan penuh perhatian dan menghargai perasaan serta pengalaman individu.

Mata kuliah Pastoral Care memainkan peran penting dalam membekali Mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk merawat dan membimbing individu yang perlu pendampingan pastoral.

Baca Juga: Ternyata Ada Cara Ampuh Bisa Mengendalikan PC atau Laptop Dari Jarak Jauh dengan Smartphone, Begini Caranya!

Ini adalah mata kuliah yang mendalam dan memungkinkan refleksi yang mendalam tentang tanggung jawab dan peran seorang mahasiswa yang akan berpastoral care dalam melayani dan merawat orang lain dalam penderitaannya dengan penuh harapan baik dan perasaan bahagia serta tulus hati.

Pastoral care nyatanya bukan seperti pendampingan pada umumnya, karena pastoral care menyatakan kehadirian diri Tuhan sendiri, tidak hanya pada kaum klerus yang berpastoral care, namun juga pada kaum awam yang melakukannya.

Menarik bagi saya, karena pastoral care mengajak kita untuk menghargai hidup, harga diri, keyakinan yang dimiliki setiap individu.

Baca Juga: Promo Kursi Gratis dari AirAsia, Berikut Rute Destinasi Internasional dan Cara Dapatkan Tiketnya!

Karena seperti yang kita ketahui, dimasa kini banyak orang yang masih tidak mampu menghargai hidupnya dengan sungguh sehingga banyak kita mendengar kasus – kasus yang mencerminkan tidak menghargai hidup seperti; aborsi, bunuh diri, dan lain sebagainya kita para pelaku pastoral care hendaknya dapat “membangunkan mereka dari mimpi buruknya” menjadi uluran tangan kasih Allah pada setiap diri orang beriman.

Berdoa, sebuah cara berkomunikasi dengan Allah yang dapat kita lakukan dalam segala hal, saat kita besedih, bersukacita, merasa tidak mampu, bersukur, dan lain sebagainya.

Sebagai pelaku pastoral care, berdoa adalah salah satu sarana permohonan dalam nama Allah untuk kesembuhan dan sukacita serta pemahaman diri yang lebih kepada orang yang sedang kita hadapi.

Baca Juga: Ima Khomsani, Wisudawan Terbaik UNNES Penggagas Komunitas Bestari Luhur, Aktif Kampanyekan Pendidikan Karakter

Karena dalam segala permaslahan, penderitaan, rasa sakit, akan dihapuskan oleh Allah dengan kuasa roh kudusnya kepada kita yang mau dan percaya kepada Allah sebagai satu satunya sumber harapan, kebahagian, sukacita, dan kasih.

Penugasan mata kuliah Pastoral care adalah untuk berpastoral bersama kelompok di luar kampus.

Saya bersama dengan teman teman melakukan pastoral care di Panti Asuhan St. Thomas Bergas.

Ketika sampai di panti asuhan, kami disambut oleh suster sebagai pengasuh panti asuhan.

Kami berdinamika bersama dengan suster, bercerita cerita tentang panti asuhan, saya merasa senang dapat bertemu dengan suster karena di usianya yang sudah terbilang senja, beliau masih memiliki semangat untuk mengasuh anak anak di panti asuhan.

Panti asuhan St. Thomas Bergas ini, terdapat dua suster sebagai pengasuh anak anak panti yang selalu setia memberi perhatian penuh kepada anak anak.

Baca Juga: Unika Soegijapranoto Semarang Menghadirkan Event Musik Ecofest 2023

Selain itu, panti asuhan ini menurut saya cukup terawat dan bersih serta nyaman, memiliki tempat untuk belajar bersama di malam hari, mobil untuk antar jemput berangkat ke sekolah, dan latar tempat untuk bermain

Ketika sedang bercerita cerita dan mengobrol, Suster bercerita tentang beberapa permasalahan yang kerap terjadi di panti seperti; anak anak panti asuhan yang cenderung nakal.

Nakal dalam artian ini adalah, beberapa kali tidak mengikuti atau mengindahkan arahan dari suster, tidak mengikuti peraturan panti asuhan dengan baik dan taat, yang sering kali membuat suster lelah.

Baca Juga: UNIKA Soegijapranata Masuk Sebagai PTS Terbaik Jawa Tengah Versi UniRank

Selain itu rata rata dari juga kurang percaya diri dan malu ketika bertemu orang baru sehingga dapat dikatan mereka menjadi pendiam ketika diajak berinteraksi.

Di panti asuhan ini anak anak mempunyai banyak sekali perbedaan satu dengan yang lain.

Berbeda beda disini adalah seperti; berasal dari berbagai daerah yang berbeda beda disertai dengan ciri khas masing masing.

Disamping itu mereka juga memiliki perbedaan di jenjang umur, sehingga jenjang pendidikan nya pun berbeda, namun mereka yang lebih dewasa mau membantu anik adik yang masih kecil.

Mereka juga mempunyai hobi atau kesukaan yang variatif, seperti; brmain bola, membaca, renang, bernyanyi, bermain basket dan lain sebagainya, untuk mendukung hobi atau kesukaan mereka itu, anak anak panti mengikuti ekstrakulikuler di sekolah tempat mereka belajar dan menimba ilmu.

Lanjut dari itu, kami bertanya kepada anak anak mengenai kebiasaaan mereka sehari hari.

Mereka menyampaikan Kebiasaan kebiasaan yang biasa mereka lakukan, seperti; belajar bersama setiap malam, doa pagi bersama, piket membersihkan lingkungan panti, dan kerja bakti bersama.

Kebiasaan kebiasaan tersebut menurut saya cukup membantu perkembangan anak anak panti, dan mengisi hari hari mereka dipanti serta menjalin persaudaraan yang lebih kuat.

Hal ini menjadi hal baru bagi saya karena sebelumnya memang belum pernah mengetahui kurang lebih bagaimana kegiatan anak panti asuhan.

Kegiatan kegiatan yang umum dilakukan anak anak panti asuhan adalah bersekolah di hari senin sampai jumat, di SD, SMP, SMA lalu setelah pulang, mereka diberi kesempatan untuk berdinamika bersama teman teman, membersihkan diri dan beristirahat sejenak lalu belajar bersama.

Dan untuk hari minggu, mereka pergi ke gereja bersama sama untuk mengkuti misa.

Dan saya kagum bahwa mereka juga terkadang menjadi petugas liturgi saat perayaan ekaristi seperti bertugas sebagai lektor.

Selain itu juga terdapat kegiatan bersih bersih bersama untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan nyaman.

Itu dia refleksi pribadi dari salah satu mahasiswa STPKat Santo Fransiskus Asisi yang bernama Bonaventura Omega Kristian Narwastu yang melakukan Pastoral Care di Panti Asuhan Santo Thomas Bergas.

Semoga dengan membaca refleksi ini kita semakin terbuka tentang Panti Asuhan dan bisa membuang jauh pandangan negatif yang mungkin masih melekat pada sebagian masyarakat saat ini.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.