Jateng

Ini Dia 5 Kampung Pecinan di Jawa Tengah, Ada yang Dapat Julukan Tiongkok Kecil

Theo Adi Pratama | 19 Januari 2025, 06:30 WIB
Ini Dia 5 Kampung Pecinan di Jawa Tengah, Ada yang Dapat Julukan Tiongkok Kecil

JATENG.AKURAT.CO, Di Indonesia terdapat kampung pecinan yang memang identik dengan kebudayaan Tionghoa.

Sesuai dengan mananya, kampung Pecinan itu sangat kental akan kebudayaan Tionghoa.

Mulai dari dominasi warna merah dari setiap bangunan. Terdapat tempat ibadah dan tentunya pernak pernik berbau Tiongkok.

Tak terkecuali di Jawa Tengah. Di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah juga terdapat kampung pecinan.

Bahkan ada satu kampung pecinan yang dijuluki Tiongkok kecil karena sejarahnya.

Berikut ini 5 kampung pecinan di Jawa Tengah.

1. Lasem Kabupaten Rembang

Baca Juga: Menyusuri Hal Unik Kelurahan Kranggan: Jelajah Titik Center Kampung Pecinan di Semarang, dari Sejarah, Toleransi hingga Kuliner Kentalnya

Berada di Desa Karangturi Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang, jadi kampung pecinan tertua yang ada di Provinsi Jawa Tengah.

Di sini terdapat perkampungan atau kompleks pecinan kuno yang dibangun oleh orang Tiongkok yang menetap di Lasem.

Di Lasem terdapat 241 bangunan rumah kuno di kawasan pecinan ini.

Bangunan rumah yang berada di lingkungan Lasem memiliki arsitektur yang kental akan nuansa Tiongkok.

Ciri khas utama dari rumah ini adalah bangunannya yang dikelilingi oleh tembok tinggi yang berwarna merah menyala.

2. Pecinan, Semarang

Dijuluki sebagai kawasan 1.001 klenteng karena di sini terdapat 11 klenteng yang jaraknya saling berdekatan.

Salah satu yang terkenal adalah Klenteng Tay Kak Sie dengan bangunan megahnya di Gang Lombok.

3. Pecinan Sudiroprajan, Solo

Nama Sudiroprajan juga dikenal sebagai kampung pecinan terbesar di Kota Solo Jawa Tengah. Disini, nilai toleransi antar penduduk sangat tinggi.

Dimana warga keturunan Tionghoa dan Jawa dapat menyatu padu.

4. Pecinan, Magelang

Baca Juga: Pemkot Semarang Akan Benahi Kawasan Kelenteng Tay Kak Sie dan Gapura Masuk Pecinan

Tepatnya berada di Kota Magelang atau 10 kilometer dari Candi Borobudur. Di sini jadi area utama hunian warga keturunan China, termasuk pusat perekonomian.

Sepanjang kawasan ini, masih banyak ditemukan bangunan yang mempertahankan gaya arsitektur awal 1900an.

5. Pecinan, Pekalongan

Dulunya di sini adalah tempat bermukim para pedagang asal Tionghoa yang datang ke Pekalongan.

Mereka mengangkut barang-barangnya dari pelabuhan ke Sampangan yang saat ini dikenal dengan nama Jalan Belimbing Pekalongan untuk dijual pada rakyat pribumi.

Semula mereka tidak langsung bermukim dan hanya menjadikan daerah Sampangan sebagai wilayah transit untuk menyimpan dan menjajakan barang dagangannya.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, para pedagang Tionghoa mulai kerasan memilih tinggal dan menetap di sana.

Puncaknya banyak warga Tionghoa yang berasal dari Hokkian tinggal di daerah Sampangan pada awal abad ke-18 masehi.

Bahkan mereka membangun kelenteng dan melakukan pemugaran pada tahun 1885.

Baru pada tahun 1917 orang-orang pribumi menyebut daerah Sampangan sebagai pusat berkumpulnya orang Tionghoa di Pekalongan dengan sebutan Pecinan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.