Nostalgia Kereta Wisata Heritage Ambarawa, Menyusuri Jejak Sejarah Berlatar Belakang Keindahan Danau Rawa Pening

AKURAT.CO, Bagi para pencinta sejarah dan suasana klasik, Kereta Wisata Heritage Ambarawa kembali hadir dengan pesona yang tak lekang oleh waktu.
Sepanjang bulan November ini, kereta api vintage ini siap mengajak Anda bernostalgia menyusuri rel-rel bersejarah antara Stasiun Ambarawa dengan Stasiun Tuntang.
Dengan nuansa klasik yang kental, Kereta Wisata Heritage Ambarawa menawarkan pengalaman perjalanan yang unik.
Baca Juga: Tidak Hanya Borobudur, Ini 6 Lokasi Wisata Candi di Magelang yang Tak Kalah Memukau
Kereta diesel vintage yang digunakan akan membawa Anda seakan-akan kembali ke masa lalu.
Sambil menikmati pemandangan alam yang indah di sepanjang jalur, termasuk keindahan danau Rawa Pening Anda dapat merasakan suasana tempo dulu yang autentik.
Jadwal dan Harga Tiket
Kereta Wisata Heritage Ambarawa melayani perjalanan pulang-pergi (PP) dengan durasi sekitar 60 menit.
Jadwal keberangkatannya cukup fleksibel, baik untuk akhir pekan maupun hari kerja.
Akhir Pekan: Kereta berangkat lebih sering, hampir setiap jam mulai pukul 09:00 hingga 15:00. Harga tiketnya sebesar Rp125.000 per orang.
Hari Kerja: Jadwal keberangkatan lebih terbatas, biasanya pada pukul 10:00 atau 13:00. Harga tiketnya lebih murah, yaitu Rp100.000 per orang.
Anak berusia 3 tahun ke atas wajib memiliki tiket.
Tiket dapat dibeli langsung di loket Museum Kereta Api Ambarawa atau melalui WhatsApp di nomor +62 813-2570-9010.
Agar tidak terburu-buru, calon penumpang diwajibkan datang 30 menit sebelum jadwal keberangkatan untuk menghindari keterlambatan.
Perjalanan dengan Kereta Wisata Heritage Ambarawa adalah pilihan yang tepat bagi Anda yang ingin merasakan pengalaman wisata yang berbeda.
Baik bersama keluarga, pasangan, atau teman, perjalanan ini akan memberikan kenangan yang tak terlupakan.
Sebagai catatan, kereta akan berangkat dari Museum KAI atau Stasiun Ambarawa.
Diketahui Museum Kereta Api Indonesia (Indonesian Railway Museum) awalnya adalah sebuah stasiun yang bernama Stasiun Willem I.
Stasiun ini dibangun oleh Nedherlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) yang diresmikan pada tanggal 21 Mei 1873 bersamaan pembukaan lintas Kedungjati-Ambarawa. Tahun 1907.
Pada tahun 1873 dibangun jaringan kereta api di Ambarawa oleh perusahaan kereta api swasta Nedherlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM).
Pembangunan tersebut merupakan syarat yang harus dipenuhi NISM guna mendapatkan ijin konsensi pembangunan jalur kereta api pertama Semarang-Vorstenlanden (Solo-Yogyakarta).
NISM diwajibkan membangun jalur kereta api cabang lintas Kedungjati-Ambrawa sepanjang 37 km guna keperluan militer.
Sebagai tempat pemberhentian akhir dibangun Stasiun Willem I (Stasiun Ambarawa).
Kuat dugaan, penamaan Willem I mengacu kepada Benteng Willem I yang berada tidak jauh dari stasiun.
Pada 1 Februari 1905 dilanjutkan pembangunan jalur kereta api ke Secang-Magelang yang terdapat jalur kereta khusus, rel bergerigi.
Dua tahun berselang, bangunan Stasiun Ambarawa direnovasi dengan mengganti material yang semula berupa kayu dan bambu menjadi batu bata.
Pada awal pengoperasiannya, Stasiun Willem I digunakan sebagai sarana pengangkutan komoditas ekspor dan transportasi militer di sekitar Jawa Tengah.
Setelah di non aktifkan tahun 1976, Stasiun Ambarawa dicanangkan sebagai Museum Kereta Api oleh Gubernur Jawa Tengah pada saat itu, Supardjo Rustam.
Rencana ini bertujuan menyelamatkan tinggalan lokomotif uap serta sebagai salah satu daya tarik wisata di Jawa Tengah.
Stasiun Ambarawa dipilih karena Ambarawa memiliki latar belakang historis yang kuat dalam perjuangan kemerdekaan yakni Pertempuran Ambarawa, selain itu Stasiun Ambarawa pada saat itu masih menyimpan teknologi kuno yang masih bisa dioperasikan
Kini, Museum Ambarawa atau Indonesian Railway Museum (IRM) menampilkan koleksi perekeretaapian dari masa Hindia Belanda hingga pra kemerdekaan RI yang meliputi sarana, prasarana dan perlengkapan administrasi.
Beberapa koleksi sarana perkeretaapian heritage seperti 26 Lokomotif Uap, 4 Lokomotif Diesel, 5 Kereta dan 6 Gerbong dari berbagai daerah.
Para pengunjung juga dapat menikmati perjalanan wisata dengan menaiki Kereta Api Wisata relasi Ambarawa-Tuntang (pp) dengan lokomotif penarik jenis lokomotif uap maupun kereta diesel vintage.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?






