Jateng

Keindahan dan Misteri Panggung Krapyak Yogyakarta: Kursi di Tengah yang Memikat Perhatian

Theo Adi Pratama | 26 Januari 2024, 06:00 WIB
Keindahan dan Misteri Panggung Krapyak Yogyakarta: Kursi di Tengah yang Memikat Perhatian

AKURAT.CO Misteri, Panggung Krapyak, sebuah bangunan bersejarah di selatan Keraton Yogyakarta, memiliki daya tarik tersendiri dalam garis imajiner kota Yogyakarta.

Di antara Gunung Merapi, Tugu Jogja, Kraton Yogyakarta, dan Laut Selatan, Panggung Krapyak menyimpan sejarah panjang dan misteri yang menarik banyak perhatian.

Baca Juga: Lokasi Misteri di Tulungagung: Bendungan Wonorejo, Keindahan Alam dan Mitos yang Menyelubungi

Sejarah Panggung Krapyak

Dibangun sekitar tahun 1760 oleh Sri Sultan HB I, Panggung Krapyak memiliki bentuk ruangan menyerupai kubus.

Nama "Krapyak" sendiri konon berasal dari sebuah hutan yang menjadi habitat beragam satwa, termasuk rusa atau menjangan. Bangunan ini menjadi saksi bisu perkembangan sejarah Yogyakarta.

Kandang Menjangan yang Angker

Panggung Krapyak juga dikenal sebagai Kandang Menjangan, menjadi bagian dari kompleks Keraton Yogyakarta.

Selain keindahan arsitektur dan nilai sejarahnya, Panggung Krapyak juga dianggap angker oleh beberapa orang.

Suasana misterius dan kisah-kisah mistis yang melingkupi bangunan ini menambah daya tariknya.

Baca Juga: Tempat Penuh Misteri Lok Songo Tulungagung: Jalan Penuh Keindahan dan Beragam Mitos yang Menyelimuti

Kursi Misterius di Panggung Krapyak

Selama beberapa bulan terakhir, Panggung Krapyak menjadi pusat perhatian karena sebuah kursi misterius yang ditempatkan persis di tengah-tengah bangunan.

Meskipun isi Panggung Krapyak sebenarnya kosong, keberadaan kursi ini menimbulkan misteri dan pertanyaan di kalangan pengunjung.

Ratna, Edukator Sumbu Filosofis Jogja, memberikan sedikit pencerahan terkait kursi tersebut.

Menurutnya, kursi tersebut awalnya berasal dari Keraton Yogyakarta dan biasanya digunakan untuk "caos dhahar," suatu bentuk doa atau sesaji yang menggunakan ubo rampe.

"Caos dhahar ini semacam doa-doa tapi menggunakan ubo rampe ya, atau orang-orang mengenal namanya sesaji," jelas Ratna. Namun, masih menjadi misteri mengapa kursi tersebut ditempatkan di tengah-tengah bangunan.

Baca Juga: Tempat Misteri di Tulungagung: Candi Dadi, Keindahan Mistis di Puncak Bukit Boyolangu

Acara Khusus dan Ulang Tahun Raja

Ratna menyatakan bahwa kursi itu terakhir kali digunakan saat acara jumenengan dalem atau ulang tahun raja.

Pada saat itu, kursi diletakkan sebagai sesaji di depan raja yang bertahta.

Meskipun begitu, belum ada ketentuan pasti apakah kursi harus ditempatkan di tengah-tengah atau di depan kursi.

Hingga saat ini, keberadaan kursi misterius di Panggung Krapyak menyisakan banyak pertanyaan dan teka-teki.

Misteri ini menambah daya tarik bagi para pengunjung yang penasaran dengan sejarah dan keunikan Panggung Krapyak.

Panggung Krapyak tetap menjadi salah satu destinasi yang memikat hati, baik bagi pencinta sejarah, pengagum arsitektur, maupun mereka yang tertarik dengan sisi mistis yang menyelubungi keindahan Yogyakarta.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.