Keindahan dan Misteri Panggung Krapyak Yogyakarta: Kursi di Tengah yang Memikat Perhatian

AKURAT.CO Misteri, Panggung Krapyak, sebuah bangunan bersejarah di selatan Keraton Yogyakarta, memiliki daya tarik tersendiri dalam garis imajiner kota Yogyakarta.
Di antara Gunung Merapi, Tugu Jogja, Kraton Yogyakarta, dan Laut Selatan, Panggung Krapyak menyimpan sejarah panjang dan misteri yang menarik banyak perhatian.
Baca Juga: Lokasi Misteri di Tulungagung: Bendungan Wonorejo, Keindahan Alam dan Mitos yang Menyelubungi
Sejarah Panggung Krapyak
Dibangun sekitar tahun 1760 oleh Sri Sultan HB I, Panggung Krapyak memiliki bentuk ruangan menyerupai kubus.
Nama "Krapyak" sendiri konon berasal dari sebuah hutan yang menjadi habitat beragam satwa, termasuk rusa atau menjangan. Bangunan ini menjadi saksi bisu perkembangan sejarah Yogyakarta.
Kandang Menjangan yang Angker
Panggung Krapyak juga dikenal sebagai Kandang Menjangan, menjadi bagian dari kompleks Keraton Yogyakarta.
Selain keindahan arsitektur dan nilai sejarahnya, Panggung Krapyak juga dianggap angker oleh beberapa orang.
Suasana misterius dan kisah-kisah mistis yang melingkupi bangunan ini menambah daya tariknya.
Baca Juga: Tempat Penuh Misteri Lok Songo Tulungagung: Jalan Penuh Keindahan dan Beragam Mitos yang Menyelimuti
Kursi Misterius di Panggung Krapyak
Selama beberapa bulan terakhir, Panggung Krapyak menjadi pusat perhatian karena sebuah kursi misterius yang ditempatkan persis di tengah-tengah bangunan.
Meskipun isi Panggung Krapyak sebenarnya kosong, keberadaan kursi ini menimbulkan misteri dan pertanyaan di kalangan pengunjung.
Ratna, Edukator Sumbu Filosofis Jogja, memberikan sedikit pencerahan terkait kursi tersebut.
Menurutnya, kursi tersebut awalnya berasal dari Keraton Yogyakarta dan biasanya digunakan untuk "caos dhahar," suatu bentuk doa atau sesaji yang menggunakan ubo rampe.
"Caos dhahar ini semacam doa-doa tapi menggunakan ubo rampe ya, atau orang-orang mengenal namanya sesaji," jelas Ratna. Namun, masih menjadi misteri mengapa kursi tersebut ditempatkan di tengah-tengah bangunan.
Baca Juga: Tempat Misteri di Tulungagung: Candi Dadi, Keindahan Mistis di Puncak Bukit Boyolangu
Acara Khusus dan Ulang Tahun Raja
Ratna menyatakan bahwa kursi itu terakhir kali digunakan saat acara jumenengan dalem atau ulang tahun raja.
Pada saat itu, kursi diletakkan sebagai sesaji di depan raja yang bertahta.
Meskipun begitu, belum ada ketentuan pasti apakah kursi harus ditempatkan di tengah-tengah atau di depan kursi.
Hingga saat ini, keberadaan kursi misterius di Panggung Krapyak menyisakan banyak pertanyaan dan teka-teki.
Misteri ini menambah daya tarik bagi para pengunjung yang penasaran dengan sejarah dan keunikan Panggung Krapyak.
Panggung Krapyak tetap menjadi salah satu destinasi yang memikat hati, baik bagi pencinta sejarah, pengagum arsitektur, maupun mereka yang tertarik dengan sisi mistis yang menyelubungi keindahan Yogyakarta.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








