Jateng

Misteri yang Tersembunyi di Kabupaten Ponorogo: Menelusuri Klampis Ireng, Sisi Mistis di Balik Kesenian Reog

Theo Adi Pratama | 21 Januari 2024, 07:00 WIB
Misteri yang Tersembunyi di Kabupaten Ponorogo: Menelusuri Klampis Ireng, Sisi Mistis di Balik Kesenian Reog

AKURAT.CO Misteri, Kabupaten Ponorogo, dikenal luas dengan keindahan seni Reognya yang memukau, ternyata juga menyimpan sisi mistis yang cukup menarik.

Salah satu tempat yang dianggap paling angker di Ponorogo adalah petilasan Klampis Ireng.

Meski banyak orang mengaitkannya dengan kesenian dan kebudayaan, warga setempat percaya bahwa Klampis Ireng memiliki dimensi gaib yang menarik untuk dijelajahi.

Seorang warga sepuh bernama Bambang Laspito, yang kini berusia 74 tahun, menyebut bahwa Ponorogo memiliki dua sisi, satu yang tampak oleh mata manusia dan satunya yang tersembunyi.

Baca Juga: Misteri yang Tersembunyi di Bledug Kuwu: Fenomena Alam dan Keberadaan Keramat Punden Mbah Ro Dukun

"Bapak saya dulu menyebut Ponorogo itu ada dua, satu kelihatan dan satunya tidak," ujar Bambang.

Ia menjelaskan bahwa yang tersembunyi, seperti Klampis Ireng, adalah kerajaan gaib yang dihuni oleh makhluk halus dan roh leluhur.

Lokasi Klampis Ireng berada di Dukuh Krajan Desa Sragi, Kecamatan Sukorejo Ponorogo.

Menurut cerita turun temurun, Klampis Ireng dipercaya sebagai situs padepokan milik Eyang Ismoyo atau Mbah Semar.

Baca Juga: Sejarah Gua Jepang 18 di Seloharjo, Bantul DIY: Jejak Misteri dalam Kedalaman Perut Bumi

Dulunya, tempat ini sering digunakan sebagai tempat pertapaan dan pengajaran ilmu kejawen, terutama ilmu manunggaling kawula gusti yang mengajarkan untuk bersatu dengan Tuhan.

Bambang Laspito menceritakan bahwa dalang kondang di Ponorogo, Mbah Gembloh, pernah menggelar wayang di Klampis Ireng.

"Biasanya wayangan hanya semalam suntuk, namun Mbah Gembloh merasa sangat lama mayang di Klampis Ireng, akhirnya Mbah Gembloh mengeluarkan tokoh Semar, dan ternyata sudah tengah hari bolong tempatnya di tengah sawah," cerita Bambang.

Kejadian ini memberikan kesan mistis yang masih membayangi Klampis Ireng hingga sekarang.

Baca Juga: Sejarah Sumur Jepang di Seloharjo, Bantul DIY: Sumur Segi Delapan yang Menyimpan Kabut Misteri Tak Terpecahkan

Meskipun terjadi beberapa kali, pergelaran wayang di Klampis Ireng tidak selalu dapat ditemui oleh masyarakat.

Kesan mistis tersebut semakin terasa, dan masyarakat sering mendengar tentang pergelaran tersebut tanpa dapat menemukannya secara langsung.

Nama Klampis Ireng sendiri diambil dari jenis pohon yang tumbuh di sana, yaitu Klampis (Acacia Tomentosa).

Pohon ini memiliki duri panjang dan berambut kuning, dengan batang berwarna hitam, atau dalam Bahasa Jawa disebut ireng.

Baca Juga: Keajaiban Alam dan Misteri serta Mitos yang Menyelimuti Air Terjun Sri Gethuk, Yogyakarta

Oleh karena itu, masyarakat menyebutnya Klampis Ireng.

Pemerintah Daerah Ponorogo telah melakukan pembangunan dan renovasi terhadap petilasan Klampis Ireng.

Sekarang, tempat ini dapat diakses sebagai tempat wisata religi yang menarik.

Dengan adanya gapura masuk, pagar, dan jalan setapak, pengunjung dapat dengan mudah menjelajahi dan merasakan energi mistis yang mengelilingi Klampis Ireng.

Selain menjadi tempat wisata religi, petilasan Klampis Ireng juga merupakan tempat yang cocok untuk berdoa dan meditasi, membuka pintu bagi setiap pengunjung yang ingin meresapi kekayaan spiritual dan sejarah yang melekat di dalamnya.

Kabupaten Ponorogo, dengan segala keseniannya, tetap mempertahankan pesona dan keunikan dalam setiap sisi kehidupannya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.