Meski begitu, menurut Solikin, sungai di bawah jembatan masih sering dijadikan tempat untuk melakukan ritual.
Ritual ini melibatkan persembahan sesaji, seperti dupa, buah-buahan, dan telur ayam kampung. Kegiatan ini umumnya dilakukan pada malam Jumat Kliwon dan malam Selasa Kliwon.
Pencarian Perumahan Mewah dan Pengalaman Mistis Imanah
Solikin juga mengisahkan tentang seorang orang asing yang datang ke sungai di bawah jembatan, mencari perumahan di daerah tersebut.
Orang tersebut mengklaim adanya perumahan mewah, tetapi saat Solikin mencari, tidak ada bangunan yang terlihat.
Kejadian tersebut menjadi salah satu misteri yang tidak terpecahkan.
Pengalaman mistis juga dialami oleh Imanah, warga Secang.
Saat akan pergi ke Tembarak, dia melintasi jembatan dan melihat seorang penjual jambu yang ramai dikerubuti pembeli.
Imanah ingin berhenti, tetapi memilih untuk melanjutkan perjalanannya. Saat kembali dan mencoba mencari penjual jambu, dia malah diberitahu oleh warga setempat bahwa tidak pernah ada penjual jambu di pinggir jembatan tersebut.
Imanah merasa beruntung karena jika dia berhenti, mungkin akan terjatuh ke bawah jembatan.
Baca Juga: Mengungkap Misteri dan Mitos Goa Jatijajar di Kebumen: Keindahan Alam yang Ajaib
Kehidupan Baru Jembatan Bendo Peri
Dengan penambahan sisi baru dan peningkatan infrastruktur pada jembatan, kehidupan baru tampak mengalir di Jembatan Bendo Peri.
Aktivitas lalu lintas yang semakin ramai menyebabkan cerita horor dan kejadian misterius di masa lalu menjadi sejarah.
Meskipun misteri tentang sosok perempuan cantik dan kecelakaan yang tak terklarifikasi masih dikenang, warga setempat berharap bahwa jembatan ini dapat menjadi simbol persatuan antara masa lalu yang penuh misteri dan masa depan yang lebih terang.
Jembatan Bendo Peri, dengan segala cerita dan pesonanya, tetap menjadi bagian penting dari warisan budaya dan sejarah Temanggung.***