Kenangan Manis Era 90an! Es Goyang, Kuliner Jajanan Legendaris yang Bikin Nostalgia di Setiap Gigitan!

JATENG.AKURAT.CO, Kenangan adalah harta karun yang tak ternilai harganya. Ia bisa datang kapan saja, lewat foto lama, lagu favorit, atau bahkan sepotong makanan.
Bagi banyak orang Jakarta, salah satu makanan yang bisa membangkitkan nostalgia masa lalu adalah es goyang.
Es krim ala Indonesia yang satu ini memang sempat hits banget di era 90-an. Penjualnya banyak ditemukan di depan sekolah-sekolah.
Kini, di tengah gempuran kuliner modern, es goyang masih bisa kamu temukan di Setu Babakan, pusat kebudayaan Betawi yang bertekad menjaga kuliner-kuliner langka Jakarta.
Rahasia Manis di Balik Gerobak yang Digoyang
Penasaran kenapa namanya es goyang? Ternyata, namanya diambil dari proses pembuatannya yang unik!
Menurut salah satu penjual es goyang, adonan es ini dibuat dari campuran santan kelapa, gula, perasa, dan tepung hunkue.
Setelah dicampur, adonan dituangkan ke dalam cetakan dan dimasukkan ke dalam wadah pendingin berisi es batu.
Setelah itu, gerobaknya akan digoyang-goyangkan secara manual.
Goyangan inilah yang membuat adonan es membeku dengan merata. Dari proses yang seru ini, lahirlah nama "es goyang" yang legendaris.
Sensasi Lezat di Lidah yang Bikin Kangen
Satu potong es goyang hanya dibanderol Rp2.000. Jangan kaget, harganya yang murah nggak mengurangi kenikmatannya, kok.
Rasanya makin sempurna kalau dicelupkan ke dalam kuah cokelat yang kental.
Teksturnya yang lembut langsung lumer di mulut. Ada sensasi manis dan gurih santan yang berpadu sempurna dengan cokelat.
Bagi banyak orang, sensasi ini bukan cuma soal rasa, tapi juga gerbang menuju kenangan manis masa lalu, saat kamu masih pakai seragam sekolah dan jajan di depan gerbang.
Es goyang bukan cuma jajanan biasa, tapi sepotong sejarah yang masih hidup di tengah modernitas Jakarta.
Jadi, kalau kamu butuh flashback ke masa lalu, coba deh mampir ke Setu Babakan dan nikmati es goyang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








