Kuliner Jajanan Tradisional yang Legendaris di Pasar Subuh: Rahasia Klepon Kenyal dengan Gula Merah Meledak di Mulut!

JATENG.AKURAT.CO, Meskipun supermarket modern sudah menjamur di mana-mana, pasar tradisional tetap punya pesona yang tak tergantikan.
Salah satu daya tarik utamanya adalah kue subuh, berbagai jajanan basah yang dijajakan para ibu sejak dini hari.
Di antara banyaknya pilihan, ada satu kue yang jadi favorit banyak orang: Klepon!
Klepon, si bola-bola hijau yang sering disangka onde-onde, memang punya kenikmatan yang sederhana tapi bikin nagih.
Harganya pun murah meriah. Tapi tahukah kamu, sensasi "meledak" di mulut itu punya rahasia tersendiri?
Gampang Banget! Bikin Klepon Sendiri di Rumah
Klepon ini bisa kamu buat sendiri, lho. Bahan-bahannya pun mudah ditemukan: tepung ketan, daun pandan, kapur sirih, garam, dan air secukupnya.
Campur semua bahan hingga jadi adonan yang pas. Beberapa resep rahasia bahkan menambahkan ubi atau kentang rebus agar adonan makin kenyal dan rasanya lebih kaya.
Setelah adonan didiamkan, siapkan isiannya: irisan gula merah. Jangan lupa juga siapkan parutan kelapa untuk taburannya nanti.
Nah, sekarang saatnya membentuk adonan. Pipihkan adonan, masukkan irisan gula merah, lalu bulatkan adonan hingga padat.
Masukkan bola-bola klepon itu ke dalam air mendidih. Kalau sudah mengapung, itu tandanya klepon sudah matang dan siap diangkat.
Tiriskan, balurkan ke parutan kelapa, dan taraa! Klepon lezat siap disantap!
Sensasi Meledak di Gigitan Pertama
Saat klepon masuk ke mulut, sensasi yang ditunggu-tunggu pun datang: gigitan pertamamu akan membuat gula merah yang meleleh di dalamnya seolah meledak, membanjiri lidahmu dengan rasa manis.
Setelahnya, rasa manis itu berpadu dengan tekstur adonan yang kenyal dan gurihnya parutan kelapa. Dijamin, kamu nggak akan bisa berhenti mengunyah!
Klepon ini memang teman yang sempurna untuk menemani waktu santaimu bersama keluarga, apalagi kalau dinikmati bersama secangkir teh atau kopi panas. Selamat mencoba!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








