GAK NYANGKA! Empal Gentong, Kuliner Khas Cirebon yang Merupakan Hasil Perpaduan Budaya dari 4 Negara!

JATENG.AKURAT.CO, Saat liburan ke Cirebon, ada satu kuliner yang wajib banget kamu coba: Empal Gentong.
Hidangan ini memang mirip soto, tapi punya cita rasa unik yang bikin nagih. Tahukah kamu, di balik kelezatan Empal Gentong, ada cerita sejarah yang sangat menarik?
Baca Juga: BUKAN GULAI, BUKAN SAMBAL! Ini Mangut Lele, Kuliner Legendaris Jogja yang Bikin Nagih!
Perpaduan 4 Budaya dalam Satu Mangkok
Meskipun berasal dari Cirebon, Empal Gentong bukanlah kuliner asli dari satu budaya saja.
Makanan ini adalah bukti nyata akulturasi budaya yang sempurna, lho!
- Budaya India & Arab: Kuahnya yang kental dan kaya rempah mirip gulai, yang merupakan pengaruh dari kuliner India dan Arab.
- Budaya Tionghoa: Penggunaan jeroan sebagai salah satu bahan utamanya menunjukkan pengaruh dari masakan Tionghoa.
- Budaya Jawa: Tentu saja, bumbu dan rempah khas Nusantara yang digunakan memberikan cita rasa otentik yang tak tergantikan.
Dimasak di Gentong Tanah Liat
Dahulu, Empal Gentong dimasak di dalam gentong, sebuah wadah besar dari tanah liat.
Proses memasaknya pun unik, menggunakan api dari kayu pohon asam selama sekitar 5 jam.
Tujuannya agar daging menjadi empuk dan bumbu meresap sempurna.
Selain itu, dulunya empal gentong dibuat dari daging kerbau sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat setempat yang mayoritas beragama Hindu.
Seiring berjalannya waktu, kini Empal Gentong lebih sering menggunakan daging sapi.
Baca Juga: JANGAN KAGET! Ini Kuliner Khas Surabaya yang Dibuat dengan Cara Lari-Lari, Namanya Lontong Balap!
Di Mana Menemukan Empal Gentong Legendaris?
Kalau kamu ingin mencicipi Empal Gentong otentik, langsung saja mampir ke Jalan Slamet Riyadi atau Jalan Haji Apud di Cirebon.
Di sana, kamu akan menemukan banyak warung yang menjual Empal Gentong dengan cita rasa legendaris.
Satu porsi Empal Gentong disajikan dengan nasi atau lontong, pas banget untuk mengisi perut setelah seharian beraktivitas.
Sudah pernah coba Empal Gentong? Ceritakan pengalamanmu di kolom komentar!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?










