Jateng

Menggali Pesona Misteri Gua Ngerong Tuban: Antara Mitos yang Menyelimuti dan Juga Kearifan Lokal yang Masih Terjaga

Theo Adi Pratama | 13 Februari 2024, 06:00 WIB
Menggali Pesona Misteri Gua Ngerong Tuban: Antara Mitos yang Menyelimuti dan Juga Kearifan Lokal yang Masih Terjaga

AKURAT.CO Sejarah, Kabupaten Tuban menyimpan beragam pesona wisata, mulai dari alam hingga sejarah yang memikat hati para pengunjung.

Salah satu destinasi alam yang menarik perhatian adalah Gua Ngerong, yang terletak di Kecamatan Rengel, Tuban.

Namun, di balik keindahannya, Gua Ngerong juga menyimpan mitos dan kepercayaan masyarakat setempat yang menambah daya tarik tersendiri.

Baca Juga: Sebuah Kisah yang Menyelimuti Candi Bajang Ratu: Mitos dan Misteri dari Peninggalan Kerajaan Majapahit

Saat berkunjung ke Gua Ngerong, pengunjung akan disuguhi dengan sumber mata air yang jernih yang mengalir dari dalam gua.

Namun, yang membuat Gua Ngerong begitu unik adalah keberadaan ribuan ikan yang berenang di aliran air tersebut.

Bahkan, pengunjung dapat merasakan sensasi menarik saat ikan-ikan itu mengerubungi kaki mereka.

Tak hanya itu, keberadaan kura-kura dan kelelawar di gua tersebut juga menambah keeksotisan tempat ini.

Baca Juga: Misteri Kekayaan Kerajaan dan Mitos Adanya Kabut Tebal yang Menyelimuti Kerajaan Majapahit

Namun, di tengah keseruan berwisata, terdapat pula mitos dan kepercayaan yang turut melekat pada Gua Ngerong.

Masyarakat sekitar mempercayai bahwa membawa pulang ikan tawes atau kura-kura dari gua tersebut akan mendatangkan sial, yang dalam bahasa Jawa disebut "ciloko".

Bahkan, ada kepercayaan lain yang menyatakan bahwa membawa ikan atau kura-kura keluar dari gua akan mengundang hantu dan hewan tersebut harus dikembalikan ke tempat semula.

Asal-usul mitos ini berkaitan erat dengan sejarah terbentuknya Kadipaten Tuban pada masa kerajaan dahulu, serta kisah kepahlawanan tokoh legendaris Kembangjoyo dan kecantikan Putri Ngerong yang legendaris.

Baca Juga: Kisah Misteri dan Mitos Sebuah Kerajaan di Indonesia: Mitos Misterius di Balik Kejayaan Majapahit yang Terlupakan

Kisah-kisah ini, dari mulut ke mulut, masih menghiasi cerita di kalangan masyarakat sekitar.

Sang Putri Ngerong, yang diyakini bertapa di dalam gua tersebut, bahkan sering terdengar suaranya dan dianggap masih hadir di tengah-tengah mereka.

Menurut legenda yang dipercaya masyarakat, ikan dan kura-kura di Gua Ngerong merupakan jelmaan bidadari dan Senopati Kerajaan Gumenggeng yang dikutuk dewa.

Meskipun terkesan mistis, kepercayaan ini menjaga kelestarian ikan dan kura-kura di gua, serta menjaga keunikannya sebagai destinasi wisata.

Baca Juga: Misteri yang Menyelimuti Tanjakan Manula: Jalur Mencekam di Jalan Lintas Barat Bengkulu-Lampung

Hal ini tidak hanya memperkaya budaya lokal, tetapi juga berdampak positif pada perekonomian masyarakat sekitar.

Kepercayaan terhadap larangan di Gua Ngerong merupakan bagian dari kearifan lokal.

Kearifan lokal adalah identitas budaya suatu bangsa yang mengubah kebudayaan dari luar menjadi bagian dari watak dan kemampuan budaya tersebut.

Oleh karena itu, menjaga dan melestarikan kepercayaan ini adalah penting untuk menjaga keaslian dan keasrian Gua Ngerong, serta menarik lebih banyak wisatawan untuk mengunjunginya.

Gua Ngerong Tuban bukan hanya sekadar destinasi wisata alam biasa, tetapi juga menjadi tempat di mana mitos dan kepercayaan lokal bertautan dengan keindahan alamnya.

Dengan melestarikan kepercayaan ini, kita tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga menjaga kelestarian alam dan mendukung ekonomi lokal.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.