Jateng

Misteri Jejak Kelam G30S/PKI: Pemakaman Massal di Hutan Plumbon, Kota Semarang

Theo Adi Pratama | 17 Desember 2023, 14:41 WIB
Misteri Jejak Kelam G30S/PKI: Pemakaman Massal di Hutan Plumbon, Kota Semarang

AKURAT.CO Misteri, Peristiwa tragis Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia, atau dikenal sebagai G30S/PKI, tercatat dalam sejarah kelam Indonesia.

Salah satu tempat yang menjadi saksi bisu dari peristiwa tersebut terletak di Hutan Plumbon, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Di dalam hutan itu, terdapat kuburan massal yang menjadi tempat peristirahatan terakhir para korban pembantaian G30S/PKI.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Wisata yang Punya Cerita Misteri dan Keindahan Alam di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah

Lokasi pemakaman massal ini tersembunyi di tengah-tengah hutan dan dihiasi dengan semak belukar yang lebat, membuatnya sulit dijangkau oleh orang awam.

Perjalanan menuju ke sana membutuhkan waktu dan usaha ekstra, melintasi semak belukar dan melalui lahan pertanian, bahkan melewati jembatan tua yang terbuat dari kayu.

Walaupun jauh dari pemukiman warga, keberadaan makam korban G30S/PKI di Hutan Plumbon telah menjadi pengetahuan umum di Kota Semarang.

Mayoritas korban yang disemayamkan di sana berasal dari Kabupaten Kendal, yang pada saat itu wilayah tersebut masih masuk dalam lingkup Kabupaten Kendal sebelum Kota Semarang melakukan pemekaran.

Baca Juga: Misteri 6 Kampung Mati di Indonesia: Wisata Horor yang Mendunia dan Penuh Mitos

Aktivis kemanusiaan dan pegiat Hak Asasi Manusia (HAM), Yunantyo Adi, mengungkapkan bahwa terdapat delapan nama yang terkubur dalam pemakaman massal tersebut.

Dua lubang mirip sumur menjadi tempat terakhir bagi delapan korban, termasuk pengurus ranting dan dua tokoh utama, Moetiah dan Soesetyo.

Moetiah, seorang anggota Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani), dikenal sebagai guru TK Melati di Kendal.

Aktivitas Gerwani pada masa itu fokus pada pendidikan dan menciptakan taman kanak-kanak seperti TK Melati.

Moetiah, seorang bangsawan syari dengan darah biru santri di Kabupaten Kendal, menjadi korban eksekusi meskipun belum selesai dibedil.

Alasannya, cukup tragis—hanya karena memiliki kalung dan gelang.

Baca Juga: Misteri dan Keangkeran: Jelajahi 6 Tempat Paling Seram yang Bisa Dikunjungi di Sumedang

Soesetyo, Wakil Bupati Kendal pada masa itu, juga tercatat sebagai salah satu nama yang terkubur di pemakaman massal Hutan Plumbon.

Bersama dengan Moetiah, mereka menjadi representasi dari dua sisi masyarakat yang terlibat dalam tragedi G30S/PKI.

Menurut Yunantyo Adi, eksekusi terhadap korban-korban ini terjadi sekitar awal tahun 1966 atau setelah perayaan lebaran.

Informasi ini didapatkan dari keterangan warga yang menyaksikan peristiwa tersebut, yang terjadi pada masa-masa sulit di awal tahun 1966, pasca-insiden G30S/PKI yang mengguncang negeri ini.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.