Jateng

Token Listrik Rp50 Ribu Cukup Berapa Hari? Tergantung Kamu AC atau Kipas Angler

Theo Adi Pratama | 30 Oktober 2026, 15:54 WIB
Token Listrik Rp50 Ribu Cukup Berapa Hari? Tergantung Kamu AC atau Kipas Angler
Foto Ilustrasi

JATENG.AKURAT.CO, Token listrik Rp50 ribu memang bukan uang besar, tapi buat anak kos di Semarang, ia bisa jadi penentu apakah akhir bulan masih bisa menyalakan kipas atau harus rela tidur beralaskan keringat.

Pertanyaannya klasik: Rp50 ribu cukup berapa hari? Jawabannya tidak tunggal. Tergantung daya listrik, Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di daerahmu, dan—ini yang paling menyakitkan—kebiasaan kamu memakai alat elektronik.

Rp50 Ribu Dapat Berapa kWh? Ini Angka Resminya

Tarif listrik PLN untuk periode Oktober–Desember 2026 tidak berubah.

Keputusan itu tertuang dalam tarif triwulan IV 2026 yang berlaku untuk pelanggan prabayar maupun pascabayar.

Tarif rumah tangga nonsubsidi tetap sama seperti periode sebelumnya.

Daya

Tarif per kWh

PPJ 9% (Ilustrasi Semarang)

Perkiraan kWh

900 VA RTM

Rp1.352

Rp4.500

±33,6 kWh

1.300 VA

Rp1.444,70

Rp4.500

±31,5 kWh

2.200 VA

Rp1.444,70

Rp4.500

±31,5 kWh

3.500 VA ke atas

Rp1.699,53

Rp4.500

±26,8 kWh

Sumber: tarif PLN Oktober–Desember 2026 dan simulasi PPJ 9 persen. PPJ berbeda-beda tiap daerah, umumnya 3–10 persen.

RRI mencatat pembelian token Rp50 ribu untuk pelanggan 1.300–2.200 VA diperkirakan memperoleh sekitar 31 hingga 32 kWh. Angka itu bukan angka mati. Setiap daerah punya PPJ sendiri, dan setiap kanal pembelian punya biaya administrasi sendiri.

Kalau PPJ di daerahmu cuma 3 persen, kWh yang masuk bisa lebih banyak. Kalau PPJ 9 persen seperti ilustrasi Semarang, kWh yang masuk lebih sedikit. Uangnya sama. Hasilnya beda.

Hitungan di Kos: 1,2 kWh Sehari vs 5 kWh Sehari

Ini bagian yang bikin token Rp50 ribu terasa seperti ilusi. Angka kWh di meteran memang terlihat banyak. Tapi pemakaian harian di kos bisa menggerusnya dalam hitungan hari.

Skenario

Perkiraan Pemakaian per Hari

Token ±33 kWh Cukup

Hemat (lampu LED, kipas, laptop, charger)

±1,2 kWh

±27 hari

Normal (tambah rice cooker, TV)

±1,8 kWh

±18 hari

AC 1/2 PK 8 jam + peralatan dasar

±4,8 kWh

±7 hari

AC 1 PK 8 jam + peralatan dasar

±7,2 kWh

±4–5 hari

Ilustrasi berdasarkan daya alat rumah tangga umum. Bukan hasil uji laboratorium.

Anak kos yang cuma pakai kipas, lampu, laptop, dan charger bisa bertahan hampir sebulan. Anak kos yang menyalakan AC delapan jam sehari bisa habis dalam seminggu.

Selisihnya bukan soal tokennya. Selisihnya ada di daftar alat yang dicolok.

Rice cooker adalah silent killer. Mode warm yang dibiarkan seharian bisa menambah 0,3–1 kWh per hari. Setrika 300 watt yang dipakai satu jam sama dengan 0,3 kWh.

Dispenser panas yang menyala 24 jam bisa memakan 0,5–1 kWh per hari. Kecil-kecil, tapi numpuk.

Kenapa Token Cepat Habis?

1. PPJ dan biaya admin dipotong duluan. Kamu bayar Rp50 ribu, tapi yang masuk ke meteran bukan Rp50 ribu. PPJ 9 persen di Semarang langsung memotong Rp4.500. Sisa Rp45.500 baru dibagi tarif kWh.

2. AC bukan teman token. AC 1/2 PK sekitar 400 watt. Delapan jam sehari sama dengan 3,2 kWh. Sebulan? 96 kWh. Token Rp50 ribu tidak akan cukup.

3. Peralatan kecil yang lupa dimatikan. Charger laptop yang tetap tercolok, TV yang standby, kipas yang menyala saat kamar kosong. Semua itu menambah beban.

4. Kebiasaan “nanti juga ada token”. Banyak anak kos baru membeli token saat listrik sudah mati. Akibatnya, token dibeli mendadak, sering di warung terdekat, dengan biaya admin yang lebih tinggi.

Biar Token Rp50 Ribu Awet

  • Matikan AC saat keluar kamar. Kalau perlu, pasang timer. AC yang menyala di kamar kosong cuma mendinginkan dinding.

  • Rice cooker jangan mode warm seharian. Masak secukupnya, lalu matikan. Nasi bisa dihangatkan lagi kalau perlu.

  • Gunakan lampu LED. Lampu pijar 40 watt bisa diganti LED 5 watt dengan terang yang sama.

  • Cabut setrika dan dispenser setelah dipakai. Bukan karena charger kecil, tapi karena alat berdaya besar yang lupa dimatikan itu mahal.

  • Cek sisa kWh di meteran, bukan cuma di aplikasi. Aplikasi bisa delay. Meteran adalah kebenaran.

  • Beli token di awal bulan. Jangan tunggu mati lampu. Token yang dibeli tenang lebih murah daripada token yang dibeli panik.

Token Rp50 ribu bukan soal cukup atau tidak. Ia soal pilihan: AC atau kipas, rice cooker atau warteg, rebahan atau kipas angin.

Dan buat anak kos, pilihan itu sering kali bukan soal gaya hidup. Tapi soal bertahan sampai kiriman berikutnya turun.

Kalau kamu di Semarang dan token Rp50 ribu cuma bertahan seminggu, jangan salahkan PLN. Cek dulu, AC-nya nyala berapa jam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.