Fenomena Alam Langka! Ini 6 Fakta Soal Munculnya Gerhana Bulan “Blood Moon” Tadi Malam

JATENG.AKURAT.CO, Fenomena Alam Langka! Ini 6 Fakta Soal Munculnya Gerhana Bulan “Blood Moon” Tadi Malam. Cek selengkapnya di artikel ini.
Malam Dini hari Pada tanggal 7-8 September 2025, masyarakat Indonesia bisa menyaksikan Blood Moon atau Bulan Merah.
Lantas apa itu Blood Moon, apa saja faktanya, dan terjadi berapa tahun sekali?
Baca Juga: Gak Pede Belajar Skill Baru? Cobalah 5 Tips dan Cara Jitu Ini, Pastinya Bikin Kamu Langsung Mahir!
Fenomena Blood Moon akan tampak di seluruh dunia pada tanggal 7-8 September 2025.
Lantas, apa saja fakta di seputar peristiwa langit langka ini dan terjadi berapa tahun sekali?
Selama Blood Moon, Bumi bergerak tepat di antara Matahari dan Bulan, sehingga bayangannya jatuh di permukaan Bulan.
Penyelarasan ini mengubah Bulan menjadi bola berwarna merah menyala.
peristiwa ini akan terlihat pada banyak negara di Asia dan Australia Barat. Begitu juga sebagian wilayah Eropa, Afrika, Australia Timur, dan Selandia Baru.
Baca Juga: Geger! Ingat Model Rambut KDM Ala Demi Moore? Tren yang Bikin Geger Indonesia di Tahun 90an!
Blood Moon yang sering disebut sebagai gerhana Bulan total ini bisa disebut sebagai salah satu fenomena alam paling menakjubkan.
Saat Bulan sepenuhnya tertutup oleh bayangan Bumi, cahaya matahari yang dibiaskan oleh atmosfer Bumi akan membuat Bulan tampak berwarna merah pekat.
Menurut laman NASA, salah satu makna dari Blood Moon didasarkan pada cahaya merahnya.
Blood Moon ini terjadi selama gerhana bulan total. Selama gerhana bulan total, Bumi berada di antara Bulan dan Matahari, sehingga Bulan tertutupi oleh cahaya Matahari.
Fenomena langit ini adalah peristiwa langka yang sayang untuk dilewatkan.
Sebelum menyaksikan gerhana Bulan berwarna merah darah ini ada baiknya mengetahui berbagai fakta menarik di seputar Blood Moon.
Fenomena Alam Langka! Ini 6 Fakta Soal Munculnya Gerhana Bulan “Blood Moon” Tadi Malam.
1. Pada Abad ke-21 Ada 228 Gerhana Bulan
Pada abad ke-21 yaitu dari tahun 2001 hingga 2100, diperkirakan akan ada sekitar 228 gerhana Bulan.
Dari jumlah itu, sekitar 95 di antaranya adalah gerhana Bulan total.
2. Tahun 2025 Ada Banyak Blood Moon
Tahun 2025 adalah tahun yang luar biasa menarik karena akan terjadi dua gerhana bulan total.
Tahun 2025 ini, Blood Moon terjadi pada 13–14 Maret 2025 dan 7–8 September 2025.
Peristiwa ini merupakan kejadian yang relatif jarang. Mengapa demikian? Fenomena langit Blood Moon yang terjadi dalam satu tahun adalah hal yang tidak selalu terjadi.
3. Gerhana Terlama Sejak 2022
Gerhana bulan total atau Blood Moon yang terjadi pada 7–8 September 2025 akan menjadi yang terlama sejak tahun 2022.
Durasi totalitas atau fase di mana bulan sepenuhnya tertutup bayangan Bumi dan tampak merah, diperkirakan akan berlangsung selama sekitar 82 menit atau sekitar 1 jam 22 menit.
Durasi selama 82 menit tersebut akan menjadikan gerhana total atau Blood Moon pada 7-8 September 2025 sebagai gerhana terpanjang dalam beberapa tahun terakhir atau sejak 2022.
Sebagai informasi, gerhana Bulan total pada 15-16 Mei 2022 berlangsung selama sekitar 84 menit atau sekitar 1 jam 24 menit.
4. Bulan Terlihat Lebih Besar
Saat Blood Moon, Bulan akan terlihat sedikit lebih besar. Hal ini bisa terjadi karena fenomena ini terjadi hanya sekitar 2,6 hari sebelum Bulan mencapai perigee, yaitu titik terdekat dengan Bumi.
Saat Bulan berada di perigee, ia akan terlihat sekitar 14% lebih besar dan 30% lebih terang dibandingkan saat berada di titik terjauh.
Fenomena ini juga dikenal dengan istilah Perigee Full Moon, di mana ada kombinasi posisi terdekat bulan dengan gerhana.
Baca Juga: Indonesia Akhirnya Memiliki Bank Emas, Lalu Apa Dampaknya untuk Rakyat?
5. Sangat Aman untuk Diamati
Bagi yang bertanya-tanya apakah fenomena Blood Moon ini aman untuk diamati? Maka jawabannya adalah ya, Blood Moon ini sangat aman diamati dengan mata telanjang.
Blood Moon ini tidak seperti gerhana matahari yang berbahaya bagi mata jika dilihat langsung tanpa menggunakan alat.
Untuk pengalaman melihat Blood Moon yang tak terlupakan, Anda bisa menikmati pemandangan Bulan yang berwarna merah darah ini dari tempat yang gelap.
6. Rata-Rata Terjadinya Blood Moon
Meskipun gerhana bulan terjadi cukup sering, sebuah lokasi spesifik di Bumi bisanya hanya bisa menyaksikan Blood Moon sekitar sekali setiap 2,5 tahun.
Ini karena gerhana total tidak selalu terlihat dari semua belahan dunia.
Itulah ulasan mengenai Fenomena Alam Langka! Ini 6 Fakta Soal Munculnya Gerhana Bulan “Blood Moon” Tadi Malam. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









