Dimana Lokasi Bekas Selat Muria di Wilayah Demak Kudus Jepara? Cek Fakta Pulau Muria yang Pernah Terpisah dari Daratan Pulau Jawa

AKURAT.CO, Dimana Lokasi Bekas Selat Muria di Wilayah Demak Kudus Jepara? Cek Fakta Pulau Muria yang Pernah Terpisah dari Daratan Pulau Jawa
Pada era Kasultanan Demak atau sekitar 400 tahun lalu, wilayah Kudus - Jepara ternyata terpisah dengan Demak - Semarang, yang dipisahkan dengan adanya Selat Muria
Namun seiring dengan pendangkalan yang terjadi selama berabad-abad Selat Muria kini menghilang berubah menjadi daratan, lalu dimana saja lokasi bekas Selat Muria tersebut pada masa sekarang ini?
Selat Muria, sebuah nama yang mungkin terdengar asing bagi banyak orang, tetapi dahulu merupakan bagian penting dari peta perdagangan di Indonesia.
Selat ini menghubungkan antara Pulau Jawa dan Pulau Muria, dengan kata lain dahulu pada 400 tahun lalu, Pulau Muria yang sekarang dikenal dengan wilayah Kudus Jepara terpisah dari Pulau Jawa, dengan wilayah terdekat Demak Semarang
Selat Muria kala itu menjadi jalur vital bagi perdagangan dan interaksi budaya di masa lampau.
Kain tradisional dari Jepara, garam, terasi dari Juwana, bahkan beras dari wilayah pedalaman Pulau Jawa dan Pulau Muria, semua diperdagangkan melalui pelabuhan-pelabuhan ini.
Endapan fluvial dari sungai-sungai seperti Kali Serang, Sungai Tuntang, dan Sungai Lusi menyebabkan selat tidak dapat dilintasi oleh kapal-kapal besar.
Pusat perdagangan pun dipindahkan ke Jepara.
Tumenggung Natairnawa dari Pati mencoba mengatasi masalah pendangkalan ini dengan menggali endapan, namun usahanya sia-sia karena endapan terus meningkat.
Pada masa akhirnya, hanya saluran air kecil yang dapat dilalui perahu-perahu kecil yang kini dikenal sebagai Kalilondo.
Lambat laun akibat pendangkalan tersebut Selat Muria pun hilang dan berganti menjadi daratan
Lalu dimanakah letak Selay Muria tersebut pada masa kini?
Di Kabupaten Kudus dan Kabupaten Jepara, terdapat daerah yang dahulu merupakan bagian dari Selat Muria, sebuah jalur perdagangan yang kini telah menghilang dari peta geografis.
Meskipun Selat Muria sudah tidak ada lagi, namun jejak sejarahnya tetap terlihat melalui daerah-daerah berikut:
Kabupaten Kudus
Kecamatan Undaan , Kecamatan Mejobo, Kecamatan Kaliwungu dan Kecamatan Jekulo
Kabupaten Jepara
Kecamatan Mayong
- Desa Kuanyar Kalikulon
- Desa Paren
Kecamatan Nalumsari
- Desa Magangan
- Desa Blimbingrejo
- Desa Dorang
- Desa Pringtulis
- Desa Tunggulpandean
- Desa Gemiring
- Dukuh Gemiring Kidul
- Dukuh Jatisari
Kecamatan Welahan
- Desa Karanganyar
- Desa Gedangan
- Desa Ujungpandan
- Desa Teluk Wetan
- Desa Kendengsidialit
- Desa Sidigede
- Desa Kalipucang
- Desa Guwosobokerto
Kecamatan Donorojo
- Desa Clering
- Desa Bandungharjo
- Kecamatan Keling
- Desa Bumiharjo
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?




