Jateng

Apa Hubungan Selat Muria dengan Banjir Bandang Demak Kudus? Terungkap Fakta Sejarah yang Mengejutkan!

Arixc Ardana | 18 Maret 2024, 10:47 WIB
Apa Hubungan Selat Muria dengan Banjir Bandang Demak Kudus? Terungkap Fakta Sejarah yang Mengejutkan!

AKURAT.CO, Apa Hubungan Selat Muria dengan Banjir Bandang Demak Kudus? Terungkap Fakta Sejarah yang Mengejutkan!

Banjir bandang kembali menerjang wilayah Kabupaten Demak dan Kudus, mulai Sabtu 16 Maret 2024 lalu

Tidak banyak yang tahu, jika banjir Demak Kudus ini tidak hanya disebabkan curah hujan tinggi, namun juga faktor geografi wilayah tersebut sejak 400 tahun lalu, era Kasultanan Demak

Baca Juga: Jalan Raya Demung Trengguli Tidak Bisa Dilewati Kendaraan, Ketinggian Banjir Sudah Mencapai Hampir Selutut Orang Dewasa

Bencana banjir bandang Demak-Kudus ini menjadi kedua kali dalam rentang waktu sebulan terakhir

Bahkan banjir kedua ini disebut-sebut lebih parah dibanding banjir pertama yang terjadi pada awal Februari 2024 lalu.

Curah hujan tinggi ditambah jebolnya sejumlah tanggul yang ada di wilayah Demak, membuat bencana banjir bandang pun tidak bisa dicegah.

Namun terlepas dari faktor cuaca, banjir Demak Kudus ini juga akibat kondisi geografi yang ada di wilayah tersebut, yang dikenal sebagai wilayah cekungan sejak 400 tahun lalu,

Bahkan dahulu merupakan lautan, yang dikenal sebagai Selat Muria

Selat Muria terletak di wilayah yang sekarang masuk ke kabupaten Demak - Kudus

Selat ini menghubungkan antara Pulau Jawa dan Pulau Muria, menjadi jalur vital bagi perdagangan dan interaksi budaya di masa lampau.

Dalam sejarahnya, Selat Muria menjadi pusat aktivitas perdagangan yang ramai.

Kota-kota dagang seperti Demak, Jepara, Pati, dan Juwana berdiri megah di sepanjang pesisir selat ini.

Berbagai komoditas diperdagangkan melintasi selat ini, mulai dari kain tradisional hingga garam dan terasi.

Namun, masa keemasan Selat Muria tidak bertahan selamanya.

Pada sekitar tahun 1657, gejala yang mengkhawatirkan mulai muncul.

Endapan-endapan sungai yang bermuara di selat ini terbawa oleh arus laut, menyebabkan pendangkalan yang signifikan.

Akibatnya, Selat Muria semakin dangkal dan akhirnya menghilang, membuat Pulau Muria secara fisik bergabung dengan Pulau Jawa.

Meskipun kini hanya menjadi sejarah, jejak Selat Muria masih dapat ditemukan dalam berbagai peninggalan dan bukti arkeologis.

Sungai-sungai yang dulunya mengalir ke Selat Muria, seperti Sungai Silugunggo, kini menjadi saksi bisu dari kejayaan yang pernah ada.

Penemuan reruntuhan perahu, kapal, dan meriam juga menjadi bukti akan keberadaan selat ini di masa lalu.

Kini wilayah Selat Muria yang semakin dangkal dan akhirnya menghilang, membuat Pulau Muria secara fisik bergabung dengan Pulau Jawa, sudah berubah menjadi wilayah di Kabupaten Demak - Kudus

Fakta menariknya, wilayah tersebut kini sebagian besar, menjadi daerah yang terdampak banjir bandang Demak Kudus, yang saat ini tengah melanda

Hal ini bisa dilihat dari peta wilayah terdampak banjir Demak Kudus

***

 

 

 

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.