Jateng

Sejarah Eks Stasiun Tempel: Membongkar 4 Fakta Unik Jejak Rel Kereta Api yang Merupakan Bekas Bangunan Kolonial Belanda

Theo Adi Pratama | 2 Mei 2024, 11:29 WIB
Sejarah Eks Stasiun Tempel: Membongkar 4 Fakta Unik Jejak Rel Kereta Api yang Merupakan Bekas Bangunan Kolonial Belanda

JATENG.AKURAT.CO, Stasiun Tempel, yang dibangun pada tahun 1898 oleh Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM), memiliki sejarah panjang sebagai bagian dari perjalanan kereta api uap (trem).

Namun, pada tahun 1976, jalur Yogyakarta-Secang ditutup, dan Stasiun Tempel tidak lagi dilewati oleh kereta api.

Meskipun begitu, stasiun ini menyimpan banyak kenangan dan cerita menarik.

Berikut adalah empat fakta unik tentang Stasiun Tempel:

Baca Juga: Pesona Jepang di Bumi Majapahit: Festival Budaya dan Event Jepang di Jawa Timur Selama Bulan Mei 2024

Bangunan Stasiun

Stasiun Tempel berukuran 22,5 m x 7,5 m dan membujur dari barat ke timur dengan menghadap ke selatan.

Atap bangunan berbentuk limasan dengan genteng flam dan kemiringan tajam, mencapai tinggi 4,4 m.

Ruang-Ruang di Stasiun

Stasiun Tempel terdiri dari 7 ruangan.

Ruang 1, yang terletak paling utara, digunakan untuk tempat almari dan piala.

Ruang 2, yang dulunya digunakan sebagai ruangan penggerak mesin, memiliki atap beton dengan permukaan yang diberi anyaman bambu.

Ruang 3 hingga 7 memiliki fungsi yang berbeda, termasuk loket karcis, dapur, dan toilet.

Baca Juga: Serbuan Event Seru dan Mendebar di Kota Gudeg: Agenda Seru untuk Bulan Mei 2024 di Yogyakarta, dari Event Seni hingga Event Musik dan Konser

Jembatan Krasak

Di ujung stasiun, terdapat Jembatan Krasak.

Sayangnya, saat banjir lahar dingin pada tahun 1975, jembatan ini terhantam banjir dan ambruk.

Peran Stasiun Tempel

Dahulu, Stasiun Tempel menjadi titik transit bagi kereta api yang beroperasi antara Stasiun Tugu dan Stasiun Magelang.

Namun, setelah Jembatan Krasak ambruk, kereta api hanya berhenti di Stasiun Tempel.

Baca Juga: Peringatan yang Rutin Dirayakan Setiap Tanggal 2 Mei: Hardiknas, Hari Kakak Adik Nasional dan Hari Kesadaran Penyakit Kudis Internasional

Meskipun Stasiun Tempel kini tidak aktif, bangunannya yang bersejarah dan ruang-ruangnya yang masih terawat dengan baik menjadi saksi bisu perjalanan kereta api di masa lalu.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.