Sejarah Eks Stasiun Tempel: Membongkar 4 Fakta Unik Jejak Rel Kereta Api yang Merupakan Bekas Bangunan Kolonial Belanda

JATENG.AKURAT.CO, Stasiun Tempel, yang dibangun pada tahun 1898 oleh Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM), memiliki sejarah panjang sebagai bagian dari perjalanan kereta api uap (trem).
Namun, pada tahun 1976, jalur Yogyakarta-Secang ditutup, dan Stasiun Tempel tidak lagi dilewati oleh kereta api.
Meskipun begitu, stasiun ini menyimpan banyak kenangan dan cerita menarik.
Berikut adalah empat fakta unik tentang Stasiun Tempel:
Bangunan Stasiun
Stasiun Tempel berukuran 22,5 m x 7,5 m dan membujur dari barat ke timur dengan menghadap ke selatan.
Atap bangunan berbentuk limasan dengan genteng flam dan kemiringan tajam, mencapai tinggi 4,4 m.
Ruang-Ruang di Stasiun
Stasiun Tempel terdiri dari 7 ruangan.
Ruang 1, yang terletak paling utara, digunakan untuk tempat almari dan piala.
Ruang 2, yang dulunya digunakan sebagai ruangan penggerak mesin, memiliki atap beton dengan permukaan yang diberi anyaman bambu.
Ruang 3 hingga 7 memiliki fungsi yang berbeda, termasuk loket karcis, dapur, dan toilet.
Jembatan Krasak
Di ujung stasiun, terdapat Jembatan Krasak.
Sayangnya, saat banjir lahar dingin pada tahun 1975, jembatan ini terhantam banjir dan ambruk.
Peran Stasiun Tempel
Dahulu, Stasiun Tempel menjadi titik transit bagi kereta api yang beroperasi antara Stasiun Tugu dan Stasiun Magelang.
Namun, setelah Jembatan Krasak ambruk, kereta api hanya berhenti di Stasiun Tempel.
Meskipun Stasiun Tempel kini tidak aktif, bangunannya yang bersejarah dan ruang-ruangnya yang masih terawat dengan baik menjadi saksi bisu perjalanan kereta api di masa lalu.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








