Misteri dan Lokasi Terowongan Film Siksa Kubur, Dibangun Tahun 1914 Saksi Sejarah Kemerdekaan yang Terbengkalai

AKURAT.CO, Misteri dan Lokasi Terowongan Film Siksa Kubur, Dibangun Tahun 1914 Saksi Sejarah Kemerdekaan yang Terbengkalai
Film Siksa Kubur tayang hari Kamis 11 April 2024, yang bisa disaksikan di layar bioskop
Menariknya, dalam pembuatan film Siksa Kubur, sutradara Joko Anwar menggunakan lokasi asli, bukan green screen, termasuk terowongan yang menjadi salah satu lokasi utama shooting film tersebut
Film horor terbaru karya sutradara Joko Anwar ini menceritakan kisah azab yang akan diterima oleh seseorang di dalam kuburnya.
Siksa Kubur merupakan film rilisan Rapi Films, Come and See Pictures, dan Legacy Pictures, yang dapat Anda saksikan untuk menemani libur lebaran 2024 karena dirilis pada hari kedua Lebaran, yakni Kamis 11 April 2024
Film ini tidak hanya menyajikan cerita yan menarik, namun juga kisah pembuatan yang tidak mudah
Terutama untuk penentuan lokasi shooting.
Alih-alih memilih menggunakan teknologi green screen, dalam pembuatan background film, Joko Anwar memilih untuk melakukan pengambilan gambar di lokasi nyata
"Tiap bikin film, selalu harus nyari lokasi yang rumit. Dulu nyari rumah buat Ibu sampai setahun baru nemu, terus rusun yang udah 12 tahun ditelantarkan. Sekarang buat Siksa Kubur lebih menantang lagi, terowongan tak terpakai yang dibangun tahun 1914," papar sutradara Joko Anwar
Untuk mencapai lokasi tersebut tidak mudah, bahkan para crew film harus membuka jalan baru agar bisa dilewati mobil perlengkapan film
"Jalannya sulit dan menanjak, kita bikin jalan baru, setidaknya untuk bisa dilewati mobil pickup", lanjutnya.
Lalu dimana lokasi pembuatan film Siksa Kubur ini? Tepatnya dimana lokasi terowongan yang menjadi pilihan Joko Anwar tersebut?
Joko Anwar mengaku terowongan tersebut berada di kabupaten Pangandaran, yang berada di puncak bukit
Tidak hanya satu namun ada beberapa terowngan di lokasi tersebut
Terowongan ini dibangun pada era Kolonial Belanda, yang digunakan sebagai jalur kereta api untuk pengiriman barang dan penumpang, hingga pasca masa kemerdekaan.
Terowongan ini dikenal dengan Terowongan Wilhelmina, nama ini diambil dari nama Ratu Belanda, Wilhelmina Helena Pauline Maria
Kini dikenal juga dengan nama terowongan Sumber.
Lokasinya terletak di bawah Desa Pamotan dan Desa Bagolo di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.
Dahulu terowongan tersebut digunakan unutk kereta api jalur Banjar–Cijulang.
Terowongan Wilhelmina, dikenal sebagai salah satu terowongan terpanjang di Indonesia, tetapi juga terkenal karena keindahan alam yang menakjubkan yang dapat disaksikan dari dalamnya.
Terowongan dengan nama Ratu Belanda ini memiliki panjang 1.116 meter.
Dibangun pada tahun 1914 dan diresmikan pada tanggal 1 Juni 1924, terowongan ini menjadi bagian penting dari sejarah transportasi di Indonesia.
Pada prasasti penanda yang terpasang di mulut terowongan, bisa diketahui bahwa terowongan ini dibangun pada tahun 1913-1916.
Seiring berjalannya waktu, pada tanggal 1 Januari 1982, Terowongan Wilhelmina dan jalur Banjar – Cijulang ditutup total.
Meskipun telah dilakukan berbagai usaha untuk mereaktivasi jalur ini, termasuk di gaungkan oleh pihak PT. KAI pada tahun 2018, namun hingga saat ini reaktivasi tersebut belum terealisasikan.
Beberapa tantangan teknis dan administratif mungkin menjadi alasan dari belum terealisasikannya reaktivasi tersebut.
Hingga sekarang kondisi terowongan tersebut masih terbengkalai.
Ada banyak cerita misteri dan mistis yang menyelimuti terowongan tersebut, yang akan dibahas pada artikel di bawah ini.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Profil Instagram Ko Hyung-jin Wasit Indonesia vs Malaysia, Sejarah Kelam 2019 Kembali Terbayang usai Tom Haye Dikartu Merah!
- 2LIVE SCORE Indonesia vs Malaysia, Skor 0-0 Menit ke-70 Thom Haye Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME Menang Siapa?
- 3Kalender Jawa Oktober 2026: Weton, Neptu, dan Rekomendasi Hari Baik untuk Hajatan
- 4Laga PERSIKU VS PSIS BATAL DIGELAR! Ini Alasan Manajemen Tuan Rumah Terkait Pembatalan Pertandingan
- 5Laga Persiku vs PSIS Mendadak BATAL Digelar, Netizen: Harusnya Tuan Rumah Kalah WO!
- 6F1 Ubah Jadwal GP Azerbaijan ke Sabtu, Ternyata Ini Penyebabnya
- 7Panduan Lengkap Kalender Jawa November 2026, dari Minggu Pahing hingga Senin Legi
- 8MotoGP 2026 Masuki Fase Akhir: Ini Jadwal Lengkap Sisa Balapan
- 9PLN Umumkan Pemeliharaan Jaringan di Semarang Timur, Listrik Padam 6 Jam
- 10TNT Awards Jateng 2026 Dorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah



