Jateng

Tiga Poros Siap Bertarung di Pilwakot Semarang 2024, Pengamat Politik UIN: Nasib Dico Ganinduto Belum Aman

Arixc Ardana | 6 Agustus 2024, 20:20 WIB
Tiga Poros Siap Bertarung di Pilwakot Semarang 2024, Pengamat Politik UIN: Nasib Dico Ganinduto Belum Aman

AKURAT.CO, Menanggapi hasil survei terbaru daru Indobarometer terkait Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Semarang 2024, pengamat politik UIN Walisongo Semarang Kholidul Adib mengatakan, jika melihat dinamika politik saat ini, Pilwakot Semarang 2024 kemungkinan akan ada dua atau tiga poros yang akan bertarung.

Poros pertama ialah Koalisi Semarang Maju yang terdiri dari enam partai politik. Yaitu Demokrat, PKS, PKB, PAN, NasDem, PPP dengan total perolehan 20 kursi parlemen. Keenam partai ini sudah sepakat mendukung Yoyok Sukawi.

Poros kedua Koalisi Golkar dan PSI yang mengajukan Dico Ganinduto. Namun posisi Dico belum aman karena baru memperoleh sembilan kursi, masih kurang satu.

Baca Juga: Jika Pilwakot Semarang 2024 Digelar Hari Ini, Yoyok Sukawi Kalahkan Mbak Ita dan Dico Ganinduto

Poros ketiga adalah PDIP. Dengan perolehan 14 kursi, PDIP bisa mengusung calon sendiri.

Menurut pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Walisongo ini, Partai Gerindra yang belum menentukan arah dukungan akan menjadi pemain kunci Pilwakot Semarang dua atau tiga poros.

"Ke depan akan ada tiga atau dua poros. Terjadi tiga poros kalau misalnya Gerindra dengan Dico bersama Golkar dan PSI bergabung, total 16 kursi. Kalau terjadi dua sangat mungkin kalau upaya Yoyok melobi Gerindra berhasil," ungkap dia.

Dia mengungkapkan, nasib Dico Ganinduto belum aman.

Jika tidak ada partai lain yang mendukungnya, kemungkinan dia gagal mendaftar calon wali kota Semarang.

Di sisi lain, Golkar dan PSI juga bisa merapat ke Yoyok Sukawi jika ingin berkontestasi.

"Nasib Dico yang baru diusung Golkar dan PSI gak aman, dia harus gabung ke partai lain. Kalau enggak Golkar dan PSI bisa tidak terlibat dengan proses Pilkada. Kalau Gerindra sudah ke Yoyok maka PSI dan Golkar kemungkinan besar juga akan ke Yoyok, sehingga ada dua poros KIM plus pengusug Yoyok dan poros PDIP," ujar Adib.

Sementara pengamat politik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Teguh Yuwono mengatakan, peta politik di Pilwakot Semarang 2024 berubah sejak Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu tersandung kasus dugaan korupsi.

"Pengaruhnya sangat besar karena partai tidak akan mengusung orang-orang yang bermasalah. Ketika diusung tentu public trust (kepercayaan publik) pasti turun," kata dia.

Menurutnya, pemeriksaan KPK terhadap Mbak Ita berpengaruh besar bagi PDIP.

Hal ini karena Mbak Ita ialah calon petahana yang memiliki peluang besar untuk menang.

Namun dengan kasus hukum ini, PDIP harus berpikir ulang mengusung siapa jagoannya.

"Kalau dari kekuatan barangkali enggak berpengaruh, tapi kalau figur sangat besar pengaruhnya. Karena PDIP saat ini tidak memiliki calon alternatif yang cukup kuat," ungkap Teguh Yuwono.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.