Jateng

Matikan Pergerakan Peralta, Opsi Serbaguna Persija yang Bikin Shin Tae-yong Tak Ragu Ubah Posisi, Kini Siap Hadapi David da Silva

Arixc Ardana | 17 September 2026, 12:09 WIB
Matikan Pergerakan Peralta, Opsi Serbaguna Persija yang Bikin Shin Tae-yong Tak Ragu Ubah Posisi, Kini Siap Hadapi David da Silva
Kyohei Yoshino perlahan menunjukkan alasan mengapa dirinya bisa menjadi salah satu pemain penting Persija Jakarta

JATENG.AKURAT.CO, Kyohei Yoshino perlahan menunjukkan alasan mengapa dirinya bisa menjadi salah satu pemain penting Persija Jakarta pada Super League 2026/2027.

Didatangkan sebagai salah satu stok gelandang, pemain asal Jepang tersebut justru mendapat kepercayaan tampil di lini belakang. Menariknya, Yoshino mampu menjalankan peran tersebut dengan cukup meyakinkan.

Teranyar, Yoshino dimainkan sebagai bek kanan ketika Persija menghadapi Persib Bandung pada pekan kedua Super League 2026/2027. Hasilnya, Macan Kemayoran berhasil mengamankan kemenangan 2-1.

Selama 56 menit berada di lapangan, Yoshino menjalankan tugasnya untuk membantu meredam serangan Persib, termasuk pergerakan Mariano Peralta dari sisi yang menjadi tanggung jawabnya.

Disiplin dalam bertahan serta kemampuannya membaca arah serangan lawan menjadi modal penting Yoshino ketika menjalankan posisi yang bukan merupakan peran utamanya.

Shin Tae-yong Ungkap Alasan Yoshino Jadi Bek Kanan

Keputusan Shin Tae-yong menempatkan Yoshino sebagai bek kanan cukup menarik perhatian.

Pasalnya, Persija sebenarnya memiliki beberapa pemain yang bisa mengisi posisi tersebut. Ada Fajar Fathurrahman dan Rio Fahmi, sementara Kerim Memija pada pertandingan melawan Persib juga dimainkan sebagai bek kiri.

Namun, Shin memiliki alasan tersendiri.

Pelatih asal Korea Selatan itu menilai Yoshino mempunyai kemampuan bertahan yang memungkinkan dirinya dimainkan di sejumlah posisi.

“Terkait Yoshino (ditempatkan sebagai bek kanan), karena dia memiliki kemampuan bertahan baik sebagai gelandang bertahan, bek tengah, maupun bek sayap,” tutur Shin Tae-yong.

Bagi Shin, fleksibilitas tersebut memberikan keuntungan tersendiri dalam menentukan komposisi pemain.

“Bagaimanapun juga, Yoshino dipasang di posisi bek sayap untuk memberikan rasa aman di lini pertahanan,” katanya melanjutkan.

Bukan Kali Pertama Yoshino Main Sebagai Bek Sayap

Peran Yoshino sebagai bek kanan ketika menghadapi Persib bukanlah eksperimen pertama.

Pada pertandingan pekan perdana melawan Borneo FC, pemain asal Jepang tersebut juga dimainkan di posisi bek sayap. Bedanya, saat itu Yoshino ditempatkan di sisi kiri.

Ia mengisi posisi tersebut untuk menggantikan Rio Fahmi.

Dua pertandingan awal tersebut menunjukkan bagaimana Shin Tae-yong memanfaatkan kemampuan Yoshino di luar posisi naturalnya sebagai gelandang.

Yoshino bisa dimainkan sebagai gelandang bertahan, bek tengah hingga bek sayap. Fleksibilitas inilah yang membuatnya menjadi salah satu opsi yang dapat diandalkan ketika Persija harus menyesuaikan komposisi tim menghadapi karakter lawan.

Yoshino Jadi Opsi Taktis Persija

Kehadiran Yoshino memberikan Shin Tae-yong tambahan pilihan dalam menyusun strategi.

Ketika kebutuhan tim berubah, Yoshino dapat digeser ke beberapa posisi tanpa harus mengubah struktur permainan secara drastis.

Kemampuannya bermain sebagai gelandang bertahan membuatnya memiliki pemahaman mengenai tugas defensif. Sementara pengalaman bermain sebagai bek tengah dan bek sayap membuatnya lebih mudah beradaptasi ketika ditempatkan di lini belakang.

Situasi tersebut membuat Yoshino bukan sekadar pemain pelapis di Persija.

Ia bisa menjadi opsi taktis yang memungkinkan Shin Tae-yong melakukan perubahan komposisi sesuai kebutuhan pertandingan.

Setelah membantu Persija mengalahkan Borneo FC pada pekan pertama dan Persib pada pekan kedua, Yoshino kini menjadi salah satu pemain yang menarik untuk dinantikan perannya pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.