Jateng

Graham Arnold Akui Kehebatan Kiper Maarten Paes Usai Australia Ditahan Imbang

Afri Rismoko | 11 September 2024, 08:08 WIB
Graham Arnold Akui Kehebatan Kiper Maarten Paes Usai Australia Ditahan Imbang

AKURAT.CO, Pelatih tim nasional Australia, Graham Arnold, menyayangkan banyaknya peluang yang terbuang saat timnya ditahan imbang tanpa gol oleh Indonesia pada laga Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Selasa (10/9).

"Kami memiliki banyak kesempatan, tapi lagi-lagi melewatkannya," ujar Arnold usai pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Australia mendominasi pertandingan dengan penguasaan bola sebesar 63 persen dan menciptakan 19 tembakan, lima di antaranya tepat sasaran.

Meski begitu, tim berjuluk Socceroos tersebut gagal mencetak gol.

Baca Juga: Presiden Jokowi Ucapkan Selamat kepada Shin Tae-yong dan Timnas Indonesia Usai Imbangi Australia

Kondisi serupa terjadi pada laga sebelumnya saat Australia dikalahkan Bahrain 0-1 di laga perdana Grup C pada 5 September 2024.

Dalam pertandingan itu, Australia menguasai bola sebesar 71 persen dan melakukan 11 tembakan, namun tidak mampu mencetak gol.

"Tentu saja kami kecewa dengan situasi ini," tutur Arnold, meskipun ia tetap optimistis bahwa peluang Australia untuk lolos ke Piala Dunia 2026 masih terbuka lebar.

Baca Juga: Shin Tae yong Puas dengan Performa Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Garuda Peringkat 133 FIFA

Australia saat ini berada di peringkat kelima Grup C dengan hanya satu poin dari dua pertandingan.

Mereka tertinggal dari Jepang (6 poin), Arab Saudi (4 poin), Bahrain (3 poin), dan Indonesia (2 poin).

China berada di posisi terbawah tanpa poin.

Arnold juga memuji pertahanan Indonesia, terutama kiper Maarten Paes, yang terpilih sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut.

"Dengan semua peluang yang kami ciptakan, laga berakhir seri. Tidak heran Maarten Paes menjadi 'man of the match'," kata Arnold.

Selain itu, Arnold berterima kasih kepada suporter Indonesia yang memadati SUGBK dengan sekitar 70 ribu penonton, menciptakan atmosfer yang ia sebut luar biasa.

"Kami masih mempunyai delapan pertandingan tersisa. Setelah ini, kami akan kembali ke Australia dan mengevaluasi semuanya lagi," pungkas Arnold.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A