Strategi Baru PSSI: Erick Thohir Gagas Persaingan Antar Pelatih untuk Tingkatkan Prestasi

AKURAT.CO, Dalam upaya terus memajukan sepak bola Indonesia, Erick Thohir, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), menekankan perlunya persaingan yang sehat antar pelatih di semua tingkat tim nasional.
Ini merupakan bagian dari strategi PSSI untuk meningkatkan kualitas sepak bola di tingkat nasional.
Erick Thohir menyatakan bahwa setiap pelatih harus memiliki target dan bersaing untuk mencapai hasil yang lebih baik, yang tidak hanya akan memacu para pelatih tetapi juga para pemain di bawah asuhan mereka.
"PSSI punya pilihan pelatih dan setiap pelatih punya target dan bersaing satu sama lain masing-masing. Jadi tidak hanya pemain, pelatih juga harus bersaing," ucap Erick Thohir.
Baca Juga: KPK Periksa Pejabat Bapenda Kota Semarang
Detail tentang bagaimana Nova Arianto, Indra Sjafri, dan Shin Tae-Yong masing-masing fokus pada kelompok umur dan senior.
Erick berharap dengan pendekatan ini, setiap pelatih dapat lebih konsentrasi pada pengembangan tim dan pemain mereka.
"Coach Indra fokus di U-20, Coach Shin Tae-Yong sekarang tetap fokus untuk senior dan U-23."
Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, menegaskan komitmennya untuk mengikuti arahan PSSI dan menjaga sikap rendah hati, meskipun telah berhasil dalam beberapa kejuaraan, serta pentingnya menjaga momentum prestasi sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Jens Raven, Striker Timnas Indonesia U-19 Berharap Dipanggil Timnas Senior
Sjafri juga menekankan pentingnya tidak membeda-bedakan antara pemain lokal dan keturunan, yang menunjukkan pentingnya kekompakan dalam tim.
"Sebagai warga negara Indonesia yang baik, dan saya punya kerjaan hanya bisa di sepak bola, apa pun yang ditugaskan oleh PSSI, tentu tidak bisa menolak," ucapnya.
Inisiatif Erick Thohir dan strategi PSSI ini diharapkan dapat membawa peningkatan yang signifikan bagi sepak bola Indonesia, dengan menciptakan lingkungan yang kompetitif dan mendukung di antara para pelatih dan pemainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 5Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?







