Jateng

Gelombang Sanksi PSSI untuk Pemain Muda: Kekerasan Berujung Denda di EPA Liga 1

Afri Rismoko | 1 Februari 2024, 15:07 WIB
Gelombang Sanksi PSSI untuk Pemain Muda: Kekerasan Berujung Denda di EPA Liga 1

AKURAT.CO, Dalam sidang terbaru yang diadakan oleh Komite Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), beberapa pemain muda dari berbagai klub mendapatkan sanksi berat akibat tindakan kekerasan dalam pertandingan EPA Liga 1 musim 2023/2024.

Kasus Pelanggaran dan Sanksi Bil'asqan Hi Tenang (Persita Tangerang U20) menghadapi sanksi berat setelah terbukti menginjak kepala pemain lawan dari Dewa United FC U20 pada 20 Januari 2024.

Kejadian ini mengakibatkan dia mendapatkan kartu merah langsung dan kini dijatuhi larangan bermain sebanyak 4 pertandingan serta denda Rp.5.000.000.

Baca Juga: Jadwal Pertandingan PSIS Semarang Februari 2024

Jonathan Arya Prawira (Arema FC U20) dikenakan sanksi serupa dengan larangan bermain sebanyak 4 pertandingan dan denda Rp.5.000.000, setelah menggunakan tubuhnya secara berlebihan hingga melukai leher pemain Persis Solo U20 pada 21 Januari 2024.

Dzira Arfin Kusuma (PSS Sleman U20) menerima kartu merah langsung akibat memukul pemain Borneo FC Samarinda U20.

Komite Disiplin PSSI menjatuhkan larangan bermain selama 3 pertandingan dan denda Rp.5.000.000.

I Kadek Satria Putra Pratama (Bali United FC U16) dan Alfaleri Valentino (PSM Makassar U16) keduanya terlibat dalam insiden pemukulan dalam pertandingan antara tim mereka pada 21 Januari 2024.

Masing-masing dijatuhi sanksi larangan bermain selama 2 pertandingan dan denda Rp.5.000.000.

Keputusan ini diambil setelah peninjauan yang cermat atas bukti yang ada, menunjukkan keseriusan PSSI dalam menjaga integritas kompetisi sepak bola muda di Indonesia.

Sanksi ini diharapkan menjadi pelajaran tidak hanya bagi Valentino, tapi juga bagi pemain muda lainnya, untuk memahami pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan menghindari kekerasan di lapangan.

 

.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Afri Rismoko
A