PSIS Semarang Ajukan Banding ke PSSI: Yoyok Sukawi Minta Doa Kepada Suporter dan Penonton

AKURAT.CO, PSIS Semarang resmi mengirimkan surat banding ke Komite Banding PSSI pada Selasa (12/12).
Menurut Yoyok Sukawi selaku Chief Executive Officer (CEO) PSIS, pihaknya telah mengurus banding setelah Komite Disiplin PSSI menjatuhi hukuman larangan menggelar pertandingan dengan penonton hingga akhir musim pada Rabu (6/12) malam.
"Semua prosedur telah kami lakukan setelah kami menerima hukuman dari Komdis PSSI terkait larangan menggelar pertandingan dengan penonton hingga akhir musim. Setelah kami mengirim surat banding pekan lalu, akhirnya berkas untuk memohon banding lengkap beserta memori banding PSIS," katanya.
"Selasa pagi ini secara resmi kami kirim ke komite banding, banding ini memohon keringanan hukuman untuk PSIS," ujar Yoyok Sukawi pada Selasa (12/12) pagi di Jakarta.
Tak lupa, Yoyok Sukawi juga memohon doa kepada segenap suporter dan penonton PSIS untuk turut mendoakan supaya banding terkait hukuman larangan menggelar pertandingan dengan penonton dapat dikabulkan oleh Komite Banding PSSI.
"Saya beserta tim legal PSIS terus kawal dari awal di Jakarta, mohon doanya teman-teman semoga perjuangan kita diberi kemudahan dan keberhasilan," lanjut Yoyok Sukawi.
Sebelumya, Panser Biru, kelompok pendukung setia PSIS Semarang, menyatakan kekecewaan dan penolakan atas keputusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI terkait insiden yang terjadi pada pertandingan melawan PSS Sleman di Stadion Jatidiri, Semarang lewat akun instagram resminya.
Baca Juga: Revolusi Digital PSIS Semarang: Yoyok Sukawi Pimpin Inovasi Aplikasi Pemesanan Tiket Baru
Panser Biru telah meluncurkan petisi di change.org, menuntut peninjauan ulang atas sanksi yang diberikan.
Petisi yang bertajuk "Menolak Keputusan Komdis PSSI kepada Klub PSIS Semarang Perihal Laga Tanpa Penonton" ini merupakan wujud keberatan Panser Biru terhadap dampak negatif dari keputusan tersebut, baik bagi tim maupun ekonomi lokal.
Menurut Panser Biru, keputusan Komdis sangat memberatkan dan tidak sepenuhnya mencerminkan situasi yang sebenarnya, dimana hanya segelintir oknum yang bertindak tidak terpuji.
Baca Juga: Drama Kejiwaan Kasus Perusakan Mobil KPU Semarang: Fakta atau Pura-Pura Gila?
Mereka menekankan bahwa fanatisme suporter seharusnya tidak mengarah pada kekerasan yang bisa menimbulkan korban jiwa.
Petisi online tersebut mendapat respons positif dengan lebih dari 7.000 tanda tangan dalam kurun waktu kurang dari dua hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time






