Jateng

Dampak Kasus Manchester City: UEA Ancam Cabut Investasi dari Inggris

Theo Adi Pratama | 3 Oktober 2026, 08:38 WIB
Dampak Kasus Manchester City: UEA Ancam Cabut Investasi dari Inggris

JATENG.AKURAT.CO, Ketegangan antara Inggris dan Uni Emirat Arab (UEA) memanas setelah putusan independen menyatakan Manchester City bersalah atas pelanggaran aturan keuangan Premier League.

Menurut laporan Bloomberg dan The Telegraph, pemerintah UEA telah menyampaikan peringatan langsung kepada Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, bahwa mereka akan menarik investasi senilai miliaran poundsterling dari Inggris sebagai bentuk pembalasan.

Ancaman ini menyasar proyek ambisius "Oxford-Cambridge Corridor", sebuah kawasan teknologi yang digadang-gadang sebagai jawaban Inggris untuk Silicon Valley.

UEA disebut telah menanamkan lebih dari £30 miliar di berbagai sektor strategis Inggris selama lima tahun terakhir, termasuk pertahanan, ilmu hayati, dan teknologi.

Kini, masa depan investasi tersebut berada di ujung tanduk. Situasi ini menjadi ujian berat bagi kepemimpinan Burnham, yang sebelumnya sempat memuji kontribusi pemilik Manchester City terhadap pembangunan Manchester modern.

Putusan Bersalah Manchester City Memicu Kemarahan UEA

Komisi independen pada 29 September 2026 menyatakan Manchester City bersalah atas hampir semua 115 dakwaan pelanggaran aturan keuangan Premier League.

Panel menemukan bahwa klub yang dimiliki Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan—Wakil Presiden UEA—telah menggelembungkan hasil keuangan sebesar lebih dari £900 juta melalui kontrak sponsor palsu selama periode 2009–2018.

Manchester City membantah semua tuduhan dan telah mengajukan banding resmi. Namun, putusan ini memicu reaksi keras dari pemerintah UEA.

Mereka menilai sanksi yang berpotensi dijatuhkan—mulai dari pengurangan poin, denda besar, hingga degradasi—tidak hanya berdampak pada klub, tetapi juga pada hubungan bilateral kedua negara.

Investasi Miliaran Poundsterling dalam Bahaya

Bloomberg melaporkan bahwa UEA telah memperingatkan pemerintah Inggris bahwa putusan tersebut telah "mengikis nafsu" mereka untuk melakukan komitmen investasi besar di masa depan.

Salah satu proyek yang terancam adalah Oxford-Cambridge Corridor, sebuah kawasan teknologi yang dirancang untuk menghubungkan dua kota universitas ternama dunia.

Dokumen yang diperoleh The Telegraph menunjukkan bahwa dua menteri senior Partai Buruh sebelumnya telah mengundang mitra dari Mubadala—dana kekayaan negara UEA yang dikelola Khaldoon Al Mubarak, chairman Manchester City—untuk mengunjungi proyek tersebut.

Dalam surat bertanggal 10 Februari, Lord Stockwood, mantan Menteri Investasi, menulis, "Di bidang ilmu hayati, infrastruktur, dan teknologi, ada sinergi yang jelas antara strategi kita".

Kini, surat itu terasa seperti ironi pahit. Downing Street sendiri tidak membantah laporan bahwa putusan Manchester City telah "mengikis" minat UEA untuk berinvestasi besar-besaran di Inggris.

Pertemuan Rahasia dan Frustrasi di Kedua Belah Pihak

Ketegangan ini diperparah oleh terungkapnya pertemuan antara Khaldoon Al Mubarak dan Menteri Bisnis Jonathan Reynolds di Downing Street dua pekan sebelum putusan diumumkan.

Departemen Bisnis dan Perdagangan menegaskan bahwa keduanya tidak membahas kasus Manchester City, melainkan fokus pada perdagangan, pertahanan, dan keamanan.

Namun, fakta bahwa Al Mubarak sudah mengetahui putusan bersalah saat pertemuan berlangsung menimbulkan kecurigaan.

Bloomberg melaporkan bahwa pejabat pemerintah Inggris justru frustrasi dengan sikap rekan-rekan mereka dari UEA, karena mereka diyakini mengetahui skala pelanggaran yang dilakukan Manchester City.

Frustrasi ini berbalas. UEA merasa putusan Premier League telah mencampuri hubungan diplomatik yang selama ini terjalin baik.

Reaksi Andy Burnham dan Posisi Inggris

Perdana Menteri Andy Burnham berada dalam posisi yang sulit. Sebelum putusan, ia sempat menyatakan akan "sangat prihatin" jika UEA memutuskan menjual Manchester City.

Ia bahkan memuji pemilik City sebagai "mitra besar dalam pembangunan Manchester modern". Namun, setelah putusan, ia terpaksa melunak.

Juru bicara Downing Street menegaskan bahwa "tidak ada pihak yang kebal hukum" dan bahwa proses hukum harus dihormati.

Burnham sendiri berjanji akan menolak tekanan politik dari UEA dalam proses banding Manchester City.

Meski demikian, ia tetap berharap hubungan baik dengan UEA dapat dipertahankan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.