Jateng

Jaga Nurani Politik, PKB Serukan Kemanusiaan dan Kerakyatan sebagai Arah Perjuangan

Muhammad Husni Mushonifi | 16 April 2026, 11:42 WIB
Jaga Nurani Politik, PKB Serukan Kemanusiaan dan Kerakyatan sebagai Arah Perjuangan
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah, Sarif Abdillah (kanan)

JATENG.AKURAT.CO, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah, Sarif Abdillah, menegaskan bahwa esensi atau ruh berpolitik harus berlandaskan pada nilai kemanusiaan dan kerakyatan. 

Hal itu disampaikannya di sela Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Kota Semarang yang digelar di Hotel Pandanaran, Rabu (15/4/2026).

Menurut Sarif, PKB sebagai partai politik memiliki komitmen kuat untuk menjadikan kemanusiaan dan kerakyatan sebagai visi utama dalam setiap langkah perjuangan. Ia mengingatkan agar nilai tersebut tidak luntur dalam praktik politik sehari-hari.

“Kemanusiaan dan kerakyatan inilah landasan kita dalam berpolitik. Jangan sampai mati ruhnya itu,” tegasnya.

Ia menjelaskan, seorang pemimpin sejatinya harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Untuk itu, setiap kader dituntut memiliki kepekaan nurani terhadap kondisi rakyat, sehingga mampu merasakan langsung suka dan duka yang dialami masyarakat.

“Spiritnya adalah kemanusiaan dan kerakyatan. Ini yang akan kita terus jaga, kita uri-uri, kita sampaikan terus berulang-ulang supaya tertanam kuat dalam diri kader, kalau istilah HP itu di-charge,” ujarnya.

Sarif juga menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai tersebut secara berkelanjutan. Ia mengingatkan bahwa manusia memiliki sifat lupa dan khilaf, sehingga perlu terus diingatkan melalui berbagai forum, termasuk Muscab.

“Karena manusia itu tempatnya salah dan lupa, maka harus diingatkan terus dalam forum-forum seperti ini,” sambungnya.

Lebih lanjut, Sarif menyoroti pentingnya regenerasi dalam sebuah organisasi. Ia menyebut pergantian kepemimpinan sebagai sunnatullah atau hukum alam yang tidak bisa dihindari. Tanpa persiapan kaderisasi yang matang, sebuah organisasi berpotensi mengalami kemunduran.

“Kalau sebuah organisasi tidak mempersiapkan regenerasi dengan baik, berbasis pengetahuan, spiritualitas, dan ideologi, maka akan runtuh,” jelasnya.

Menurutnya, hal tersebut tidak hanya berlaku bagi partai politik, tetapi juga organisasi kemasyarakatan dan sosial yang bertumpu pada kekuatan kolektif dan semangat nasionalisme. 

Dalam konteks PKB, kaderisasi dilakukan secara sistematis melalui jalur formal seperti sekolah partai, serta nonformal seperti magang dan mentoring.

Sarif menambahkan, dominasi generasi muda dalam tubuh PKB saat ini merupakan bagian dari komitmen Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, dalam menyiapkan masa depan partai.

“PKB adalah partai masa depan, harus berbenah sejak dini. Ke depan, generasi muda ini akan kita dorong untuk menjadi pemimpin,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.