Gen Z Dominasi Penduduk, IRRA Blanten Siapkan Tiga Strategi untuk Cetak Dai Digital Masa Depan

JATENG.AKURAT.CO, Di tahun 2026, Indonesia sedang berada di puncak bonus demografi.
Merujuk data BPS, generasi Z, yang jumlahnya mencapai sekitar 71,5 juta jiwa atau lebih dari seperempat total populasi, mendominasi komposisi penduduk.
Dengan persentase umat Islam yang mencapai lebih dari 87 persen dari total penduduk, potensi ini menjadi peluang sekaligus tantangan besar bagi masa depan syiar Islam di tanah air.
Ketua bidang komunikasi dan eksternal Ikatan Remaja Roudlotul Abidin (IRRA) Blanten, Haqqi Firdausi Avirusdi, menilai bahwa kelompok usia muda ini bukan hanya angka dalam sensus, melainkan subjek utama perubahan.
"Kita sedang menghadapi bonus demografi dalam konteks syiar Islam. Namun tanpa pendekatan yang tepat, potensi besar ini justru bisa menjadi celah melemahnya keterikatan generasi muda terhadap nilai-nilai keislaman," ujarnya di Blanten, Ungaran Barat, Senin (13/04/2026).
Kajian IRRA menyatakan, karakter generasi Z yang sangat lekat dengan dunia digital menuntut perubahan pendekatan dakwah secara fundamental.
"Pola syiar konvensional dinilai tidak lagi cukup untuk menjangkau generasi yang tumbuh dalam ekosistem media sosial, dengan preferensi pada konten cepat, visual, dan kontekstual," imbuhnya.
Di sisi lain, tantangan sosial juga mengemuka. Data menunjukkan masih terdapat jutaan generasi Z yang berada dalam kondisi tidak bekerja, tidak menempuh pendidikan, maupun tidak mengikuti pelatihan (Not in Education, Employment, or Training/NEET).
Kondisi ini dinilai Haqqi, berpotensi memperlebar jarak antara generasi muda dengan aktivitas keagamaan yang produktif.
“Syiar Islam tidak bisa lagi berdiri di ruang yang eksklusif. Ia harus hadir menjawab realitas—mulai dari persoalan identitas, kesehatan mental, hingga tekanan sosial yang dihadapi anak muda hari ini,” kata alumnus pondok pesantren Gontor itu.
Merespons dinamika tersebut, IRRA Blanten mendorong transformasi strategi syiar Islam dengan menitikberatkan pada tiga pendekatan utama.
Pertama, digitalisasi dakwah melalui optimalisasi platform media sosial sebagai ruang utama interaksi generasi Z.
"Konten keislaman dituntut lebih ringkas, relevan, dan memiliki daya tarik visual yang kuat," ujar mahasiswa Universitas Negeri Semarang itu.
Kedua, penguatan basis komunitas dengan merevitalisasi peran masjid sebagai pusat aktivitas remaja.
Kegiatan keagamaan perlu dikemas secara lebih inklusif dan adaptif, tanpa meninggalkan substansi nilai Islam.
"Ketiga, pembangunan ekosistem kolaboratif melalui sinergi lintas komunitas dan penguatan kaderisasi remaja masjid yang berkelanjutan," ujarnya.
Menurut Haqqi, keberhasilan syiar Islam ke depan tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak program yang dijalankan, tetapi oleh sejauhmana pesan keislaman mampu terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari generasi Z.
"Ini bukan sekadar soal dakwah, tetapi tentang bagaimana Islam hadir secara nyata dalam kehidupan generasi muda. Jika kita gagal beradaptasi, maka kita akan kehilangan momentum sejarah,” tegas Haqqi.
Dengan pendekatan yang lebih adaptif dan berbasis realitas generasi muda, IRRA Blanten optimistis bahwa generasi Z muslim dapat menjadi motor penggerak syiar Islam yang progresif, inklusif, dan relevan di tengah perubahan zaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time




