Tenggelam di Sungai KB 15 Grobogan, Dua Pelajar SMA Belum Ditemukan

JATENG.AKURAT.CO, Dua pelajar SMA dari Kabupaten Grobogan dilaporkan hilang setelah diduga tenggelam di Sungai KB 15, Dusun Ngamblek, Desa Tunjungharjo, Kecamatan Tegowanu, pada Rabu (18/2) sekitar sore hari.
Hingga Kamis (19/2) siang, upaya pencarian oleh Tim BPBD Grobogan dan relawan setempat masih berlangsung, namun kedua korban belum ditemukan.
Kepala Pelaksana BPBD Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto, mengkonfirmasi bahwa kedua korban adalah Levi Hengki Kurniawan (15) dan Adi Arya Guna (15), yang berdomisili di Dusun Ngamblek, Desa Tunjungharjo.
Ia mengungkapkan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB ketika sekelompok remaja sedang bersantai dan bermain di sekitar sungai.
Beberapa di antara mereka bermain menggunakan batang pohon pisang atau yang dikenal dengan nama getek, sementara sebagian lainnya melakukan aktivitas loncat dari atas jembatan ke dalam sungai.
”Dari informasi saksi mata di lokasi kejadian, korban Adi sempat diperingatkan oleh teman-temannya agar tidak ikut melompat karena tidak memiliki kemampuan berenang. Namun sayangnya, ia tetap melompat ke tengah sungai dan langsung mengalami kesulitan untuk kembali ke permukaan air,” jelas Wahyu, Kamis (19/2).
Melihat kondisi temannya yang terpuruk, Levi kemudian berusaha memberikan bantuan dengan turun ke sungai.
Namun, kedua remaja tersebut terbawa arus dan terseret ke pusaran air di bawah jembatan sebelum bisa mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
Salah satu saksi yang sedang melintas melalui jembatan saat itu berhasil menyelamatkan salah satu rekan mereka, bernama Aji, yang juga hampir terseret arus sungai.
Namun, Levi dan Adi sudah tidak terlihat lagi di permukaan air sejak saat itu.
Setelah menerima laporan kejadian, pihak BPBD Grobogan segera menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan evaluasi lokasi dan mengkoordinasikan upaya pencarian dengan Polsek Tegowanu, Pemerintah Desa Tunjungharjo, serta relawan masyarakat setempat.
”Saat ini seluruh tim yang berada di lapangan masih terus melakukan upaya pencarian secara intensif. Kami juga telah membangun posko koordinasi pencarian yang berlokasi di Gereja Dusun Ngamblek untuk memudahkan proses komunikasi dan pengaturan tenaga kerja,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?







