Kebakaran Kapal KM Marina 7, ABK Asal Pekalongan Tewas, Dua Orang Belum Ditemukan

JATENG.AKURAT.CO, Kapal nelayan KM Marina 7 mengalami kejadian kebakaran yang cukup parah ketika sedang berada di perairan sebelah barat Pulau Ular, kawasan Ciwandan, Kabupaten Serang, pada hari Kamis (19/2) kemarin.
Peristiwa ini menyebabkan satu anggota awak kapal (ABK) meninggal dunia, sementara dua orang lainnya hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim penyelamat.
Dari data yang diperoleh saat ini, total jumlah orang yang berada di kapal saat insiden terjadi adalah 28 orang.
Rinciannya yaitu 1 orang tewas, 2 orang hilang, dan sebanyak 25 orang berhasil menyelamatkan diri.
Kronologi berawal saat api tiba-tiba muncul dan dengan cepat menyebar ke seluruh bagian kapal yang membawa puluhan ABK.
Kondisi darurat tersebut membuat para awak kapal berusaha menyelamatkan diri dengan cara melompat ke laut, menggunakan semua alat keselamatan yang ada sambil menunggu bantuan dari luar.
Sebanyak 25 korban selamat, di antaranya adalah Nahkoda Muktiyanto, berhasil dievakuasi oleh kapal lain yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian.
Kebanyakan dari mereka berasal dari wilayah Jawa Tengah dan Banten, dengan beberapa berasal dari daerah lain.
Korban yang meninggal dunia telah diidentifikasi sebagai Andi yang akrab disapa Ombor, seorang warga Desa Klego, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Sedangkan dua ABK yang masih hilang masing-masing adalah Rendi dari Desa Kerapia, Kecamatan Pekalongan Timur, Kabupaten Pekalongan, dan Ahmad.
Saat ini tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur TNI Angkatan Laut, Polisi Perairan dan Udara (Polairud), serta nelayan lokal masih terus giat melakukan operasi pencarian.
Mereka melakukan pencarian dengan menyisir area perairan sekitar lokasi kebakaran untuk menemukan kedua korban yang masih hilang tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?







