Hindari Jalan Berlubang, Honda Scoopy Adu Banteng dengan Yamaha Vixion, Dua Pengendara Luka-luka

JATENG.AKURAT.CO, Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua motor terjadi di ruas jalan Purwodadi-Semarang, tepatnya di depan RS Permata Utama, pada Senin (17/11).
Kecelakaan yang terjadi pada pukul 04.30 WIB dipicu karena kondisi jalan yang berlubang.
Melansir dari akun @infogrobogan.id, kejadian bermula ketika pengendara motor Yamaha Vixion yang melaju dari arah timur berusaha menghindari lubang di badan jalan.
Pada saat bersamaan, dari arah barat muncul Honda Scoopy. Karena jarak yang sudah dekat tabrakan pun tak dapat dihindarkan.
Akibat benturan tersebut, kedua pengendara mengalami luka-luka, dan telah mendapatkan penanganan medis.
Warga sekitar berharap perbaikan jalan dapat segera dilakukan, karena lubang di jalan tersebut sangat membahayakan pengguna jalan, terutama saat malam hari karena minim penerangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?







