HUT HKN Ke-61, Wabup Batang Tekankan Kualitas Pelayanan Kesehatan

JATENG.AKURAT.CO, Dalam rangka Peringatan Hari Kesehatan Nasional (BKN) ke-61, Dinas Kesehatan Batang menggelar apel bersama, di halaman Dinkes Batang, pada Rabu (12/11).
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Batang, Suyono menegaskan, bahwa kualitas pelayanan harus menjadi prioritas utama dibanding kuantitas.
Ia mengungkapkan, keberhasilan sektor kesehatan bukan diukur dari jumlah pasien yang ditangani, tetapi dari semakin banyaknya masyarakat yang sadar akan pentingnya hidup sehat.
“Kalau warga Batang masih dipenuhi orang sakit, berarti kita belum sukses. Tapi kalau warga datang ke rumah sakit untuk berkonsultasi agar tetap sehat, itu baru hebat,” katanya.
Dirinya juga mengapresiasi kepada Dinkes yang telah menggelar berbagai kegiatan sosial dalam rangka HKN, seperti donor darah, khitan massal, olahraga bersama, dan bakti sosial.
Ia pun berterima kasih kepada perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) seperti Bhimasena Power Indonesia.
Terkait layanan kesehatan, Suyono menyinggung rencana kehadiran rumah sakit swasta baru di Batang.
Menurutnya, kehadiran rumah sakit tersebut bukan sebagai pesaing, tetapi sebagai kompetitor positif yang memacu peningkatan kualitas pelayanan di rumah sakit daerah.
“Fasilitas rumah sakit daerah sudah bagus, tinggal maksimalkan pelayanan. Jangan sampai masyarakat pindah ke rumah sakit baru karena merasa kurang dilayani dengan baik,” jelasnya.
Menutup kegiatan, baik Wakil Bupati maupun Kepala Dinkes sepakat bahwa pelayanan kesehatan yang berkualitas menjadi kunci utama untuk mewujudkan masyarakat Batang yang sejahtera.
“Masyarakat sejahtera tidak hanya diukur dari uang, tetapi juga dari pelayanan yang baik, infrastruktur yang memadai, dan akses ekonomi yang terbuka. Semua itu bagian dari pelayanan untuk kesejahteraan,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinkes Batang, Ida Susilaksmi menyampaikan, bahwa tema HKN ke-61 tahun ini adalah “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, yang sejalan dengan visi menuju Indonesia Emas 2045.
"Dinkes Batang tengah mempersiapkan berbagai aspek untuk memperkuat sektor kesehatan di Batang, mulai dari peningkatan sumber daya manusia, infrastruktur, hingga regulasi pendukung," terangnya.
Salah satu target besar yang tengah dikejar adalah pencapaian Universal Health Coverage (UHC) pada tahun 2026.
Untuk itu, Pemkab Batang membutuhkan anggaran sekitar Rp70 miliar, sementara dana yang tersedia saat ini baru sekitar Rp56 miliar.
“Strategi kami adalah meningkatkan kepesertaan masyarakat dari segmen mandiri dan memperkuat sosialisasi agar masyarakat mampu mendaftar BPJS secara mandiri,” ujar dia.
Ia juga menambahkan, kontribusi CSR dari sejumlah perusahaan seperti BPI dan Rumah Sakit QIM telah membantu meringankan beban pembiayaan UHC, meski porsinya masih relatif kecil.
“Kami juga mendorong agar perusahaan memenuhi kewajiban jaminan kesehatan bagi para pekerjanya,” tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?







