Dukung Prinsip ESG, PLN Bangun Fasilitas Umum di Kecamatan Gajahmungkur dengan FABA

JATENG.AKURAT.CO, PT PLN (Persero) Pusat Manajemen Proyek menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur ramah lingkungan. Melalui pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA), hasil samping dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), PLN membangun fasilitas umum berupa toilet di kawasan Gajahmungkur, Kota Semarang.
FABA merupakan residu hasil pembakaran batu bara pada PLTU yang dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai kebutuhan konstruksi, seperti paving block, batako, dan campuran beton.
Melalui teknologi pengolahan yang tepat, FABA memiliki daya tahan tinggi dan kualitas yang tidak kalah dengan material bangunan konvensional. Pemanfaatan FABA juga membantu mengurangi limbah industri dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Pembangunan toilet ini menjadi bukti nyata kontribusi PLN dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Pemanfaatan FABA sebagai material konstruksi tidak hanya memperkuat kualitas bangunan, tetapi juga mendukung konsep ekonomi sirkular dengan mengurangi limbah yang berpotensi mencemari lingkungan.
Baca Juga: BPBD Lakukan Evakuasi Korban Longsor di Kelurahan Karanganyar Candisari Semarang
“Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa FABA memiliki nilai tambah yang besar, tidak hanya sebagai produk buangan PLTU, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat secara nyata,” ujar Maya Savitri, Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN PUSMANPRO.
Senada dengan itu, salah satu perwakilan warga Gajahmungkur, Timan selaku ketua RW 09, juga menyampaikan rasa syukurnya.
“Fasilitas toilet umum ini sangat membantu kami. Selain lebih bersih dan layak digunakan, kami bangga karena dibangun dengan material FABA yang ramah lingkungan. Semoga ke depan PLN terus menghadirkan program serupa untuk masyarakat,” ujarnya.
Selain mendukung penyediaan sarana publik yang lebih layak, inisiatif ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pemanfaatan FABA dapat menjadi solusi ramah lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Kota Semarang.
General Manager PLN PUSMANPRO, Sukahar menyatakan bahwa pemanfaatan FABA tidak hanya akan menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya PLN dalam menciptakan ekonomi sirkular yang bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG)
"Kami harap program ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat baik dalam mendukung infrastruktur berkelanjutan maupun sebagai solusi inovatif dalam pengelolaan limbah industri" Ujar Sukahar
PLN berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai program yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan, sejalan dengan target transisi energi bersih di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal







