Didominasi Remaja, Ini Jumlah Pelanggar Lalu Lintas di Kendal Selama Operasi Patuh Candi 2025

JATENG.AKURAT.CO, Operasi Patuh Candi 2025 yang digelar selama 14 hari sejak 15 hingga 27 Juli 2025 oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kendal mencatat sebanyak 1.453 pelanggaran lalu lintas.
Pelanggaran tersebut mayoritas dilakukan oleh pengendara remaja, dengan jenis pelanggaran yang tergolong kasat mata.
Pelanggaran yang banyak ditemukan di antaranya adalah tidak menggunakan helm, tidak memasang spion, melawan arus lalu lintas, dan berboncengan lebih dari dua orang.
Tindakan-tindakan tersebut dinilai sangat berbahaya dan berpotensi menyebabkan kecelakaan di jalan raya.
Kasat Lantas Polres Kendal, AKP Panji Yugo Putranto, menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas.
Ia menekankan pentingnya mematuhi rambu dan peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
“Melawan arus itu sangat membahayakan, baik bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Ketika pengendara melawan arus dan menghindari lubang, bisa saja bertabrakan dengan kendaraan dari arah berlawanan,” ujar AKP Panji, Rabu (6/8/2025).
Ia juga menyebutkan bahwa meski angka kecelakaan selama operasi mengalami penurunan meskipun tidak signifikan, kesadaran masyarakat, terutama kalangan pelajar dan remaja, masih perlu ditingkatkan.
“Anak-anak remaja yang belum cukup umur dan belum memiliki SIM masih banyak yang mengendarai motor tanpa mematuhi aturan. Ini yang sering menjadi penyebab kecelakaan,” imbuhnya.
AKP Panji menambahkan bahwa dalam Operasi Patuh Candi ini, fokus utama adalah pelanggaran kasat mata, sementara pelanggaran administratif seperti pajak kendaraan menjadi wewenang pihak Samsat dan Bapenda.
Satlantas Polres Kendal mengimbau masyarakat untuk terus mematuhi peraturan lalu lintas, tidak hanya saat operasi berlangsung, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari demi menciptakan keselamatan dan ketertiban di jalan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 9Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?








