KPK Siap Hadapi Mbak Ita Dalam Gugatan Praperadilan Kasus Korupsi, Pemerasan, dan Gratifikasi

Akurat.co - Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu alias Mbak Ita resmi menggugat praperadilan KPK di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel).
Gugatan ini diajukan karena Mbak Ita karena tidak terima ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di lingkungan Pemkot Semarang.
KPK menegaskan kesiapannya menghadapi gugatan praperadilan tersebut.
"KPK mempersilakan tersangka untuk mengajukan permohonan praperadilan sesuai hak yang diberikan oleh aturan hukum yang berlaku. KPK melalui Biro Hukum akan menghadapi dan mengawal proses persidangannya," kata Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, melalui keterangan tertulis, Senin (9/12/2024).
Tessa menegaskan bahwa KPK yakin proses penetapan tersangka terhadap Ita dan pihak lainnya sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
"KPK berkeyakinan proses penetapan tersangka sudah sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku," lanjutnya.
Gugatan praperadilan ini didaftarkan oleh Mbak Ita dengan nomor perkara: 124/Pid.Pra/2024/PN JKT.SEL, pada Rabu (4/12/2024) lalu.
Sidang perdana akan dipimpin oleh Hakim Tunggal Jan Oktavianus dan dijadwalkan digelar pada Senin (16/12/2024) mendatang.
Selain Mbak Ita, beberapa nama lain yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini adalah Alwin Basri (suami Mbak Ita), Ketua Gapensi Kota Semarang Martono, dan Direktur Utama PT Deka Sari Perkasa, P. Rachmat Utama Djangkar.
KPK mengusut tiga dugaan kasus pusaran korupsi di lingkungan Pemkot Semarang, yaitu:
1. Dugaan tindak pidana korupsi atas pengadaan barang/jasa tahun 2023-2024.
2. Dugaan pemerasan terhadap pegawai negeri terkait insentif pemungutan pajak dan retribusi daerah.
3. Dugaan penerimaan gratifikasi pada tahun 2023-2024.
Dalam penyidikan kasus ini, KPK telah menggeledah 66 lokasi di Provinsi Jawa Tengah sejak 17-25 Juli 2024.
Dari penggeledahan tersebut, KPK menyita sejumlah barang bukti, di antaranya uang tunai Rp1 miliar, 9.650 euro, puluhan jam tangan mewah, serta berbagai dokumen terkait APBD 2023-2024, dokumen pengadaan dinas, dan catatan tangan.
Mbak Ita sendiri mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2024).
Gugatan yang terdaftar dengan nomor 124/Pid.Pra/2024/PN JKT.SEL ini dilayangkan untuk menguji keabsahan proses penetapan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Sah atau tidaknya penetapan tersangka," demikian klasifikasi perkara yang dimuat dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakarta Selatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kisah Heroik H Soekaimi, Komandan Hizbullah Mranggen yang Gugur Ditembak Belanda pada 1946
- 2Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 3Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 4Ditreskrimsus Polda Jateng Cek Tiga Rumah di Gombel Lama, Dugaan Kerusakan Lingkungan Didalami
- 5Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Malam di Semarang Makin Gerah, Warga Kehilangan 83 Jam Tidur Setahun—Ini Penyebabnya
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10Tugu Muda Semarang Direkayasa Dua Hari, Pengendara ke Stasiun dan Bandara Diminta Berangkat Lebih Awal







