Bea Cukai Berkontribusi Dalam Membangun Iklim Investasi yang Kondusif

Akurat.co - Kantor Wilayah Direktorat Jendral Bea Cukai (DJBC) Jateng - DIY selalu membutuhkan media karena mampu meneruskan informasi penting soal kepabeaan.
Hal itu dikatakan oleh Ahmad Rofiq selaku Kepala DJBC Jateng - DIY saat ngobrol ringan bareng wartawan di kantornya pada Rabu (9/10/2024).
"Salah satu hal penting hang perlu disebar informasinya adalah mengenai penindakan atas pelanggaran supaya masyarakat tahu," ujar Rofiq.
Selain soal penindakan pelanggaran, Rofiq juga mengatakan perlunya sosialisasi iklim investasi dan bisnis di Jateng DIY yang mana DJBC ikut membina dan mengawasai.
Salah satu yang disampaikan Rofiq adalah kunjungan ke Pabrik rokok Prahu Layar yang terus eksis dan berkontribusi dalam menyumbang cukai rokok.
"Prahu Layar itu adalah pabrik rokok tertua yang masih berdiri hingga generasi ke 4 saat ini," tuturnya.
Kemudian Rofiq juga menjelaskan bahwa saat ini ada 99 perusahaan yang sangat besar dengan penyerapan tenaga kerja hingga di atas 500.000 orang yang bekerja sama dengan Kanwil DJBC Jateng - DIY.
"Hampir setiap minggu kami kedatangan investor untuk presentasi konsep bisnisnya demi mendapatkan petunjuk regulasi dan fasilitas usaha di Indonesia. Salah satunya investor besar dari hongkong," beber Rofiq.
Pendampingan pada perusahaan kelas global karena menurut Rofiq, bea cukai konsennya adalah impor dan ekspor. Maka pihaknya fokus kepada impor dam ekspor.
"Kami dorong pula pengusaha-pengusaha Indonesia terutama Jateng DIY untuk bisa naik kelas jadi eksportir dan importir," tuturnya.
Di sisi lain, Rofiq menyampaikan data bahwa Jateng DIY memiliki catatan pertumbuhan bisnis skala internasional di berbagai kawasan industri karena upah pekerja yang cukup kompetitif dan ketrampilan yang kompetitif pula.
Kemudian Pemerintah Daerah di Jateng DIY sangat mendukung perusahaan padat karya yang berorientasi ekapor impor sehingga bisa menyerap tenaga kerja sangat banyak mulai dari garmen, manufaktur, pergudangan, dan lainya.
Rofiq memaparkan bahwa Industri yang masih mendominasi di Jateng - DIY adalah garmen.
"Saat ini salah satu komoditas garmen paling tumbuh subur adalah produksi tas yang pusatnya ada di daerah Jepara," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time




