Gempa Tuban 22 Maret 2024: Mengenal Sesar Muria (Laut) serta Potensi Ancaman Gempa di Pulau Jawa

AKURAT.CO, Gempa Tuban yang terjadi pada Jumat siang, 22 Maret 2024, meninggalkan kebingungan dan kekhawatiran yang besar di kalangan masyarakat.
Salah satu penyebabnya adalah sumber gempa yang ternyata terjadi pada sesar muria, menyebabkan kekawatiran akan potensi bencana geologi gempa bumi di sekitar wilayah Jawa.
Seperti yang diuraikan dalam postingan @marufins di Twitter, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mendeteksi lebih dari 180 gempa susulan dalam rentang waktu 36 jam pasca gempa pertama yang terjadi di Gempa Bawean 2024 dengan magnitudo 6,5.
Episentrum gempa-gempa tersebut terkonsentrasi di bidang seluas 30 x 15 km² yang terletak di dasar laut, sekitar 40 km dari Pulau Bawean.
Pergeseran besar dalam bidang tersebut mencapai rata-rata 1 meter, yang setara dengan energi yang dilepaskan saat Gempa Yogya pada tahun 2006.
Sesar Muria (Laut), yang menjadi titik impas gempa ini, pertama kali dilaporkan oleh P. Lunt (2019) dalam penelitiannya tentang asal usul cekungan di dasar Laut Jawa bagian timur.
Sesar ini berbeda dengan sesar aktif Muria di daratan Semenanjung Muria dan memiliki panjang sekitar 100 km.
Ujung timur lautnya bersambungan dengan sesar West 15, sementara ujung barat dayanya menghilang di lepas pantai utara Rembang, tetapi kemungkinan menerus ke darat dan berhubungan dengan sesar aktif Pati.
Meskipun tergolong sebagai sesar aktif, aktivitas Sesar Muria (Laut) cenderung lebih rendah dibandingkan dengan sesar sejenis di daratan Jawa, seperti yang terjadi di zona subduksi di pesisir selatan Pulau Jawa.
Namun, potensi bahaya gempa masih ada, meski mungkin memiliki waktu perulangan kejadian yang lebih lama.
Baca Juga: Gempa Bumi Tektonik M4.7 Guncang Pangandaran dan Sekitarnya, Belum Ada Kerusakan Dilaporkan
Peristiwa Gempa Bawean 2024 dan eksistensi sesar aktif di dasar Laut Jawa harus menjadi bahan refleksi bagi kita semua tentang potensi bencana geologi gempabumi di wilayah Jawa.
Kesadaran akan potensi bahaya ini diharapkan dapat meningkat agar langkah-langkah mitigasi dan persiapan dalam menghadapi bencana alam dapat ditingkatkan.
Semoga dengan pemahaman yang lebih baik tentang fenomena ini, kita dapat lebih siap menghadapi kemungkinan yang terjadi kedepannya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Atlet Selam Jepara Meninggal di Porprov Jateng, Lomba di Awann Costa Ditunda
- 2Profil Instagram Wasit Persija vs Persik di Super League 2026/2027, Steven Yubel Poli Pimpin Duel, Aidil Azmi Jadi Wasit VARdi JIS
- 3LIVE SCORE PSMS vs PSIS! Ayam Kinantan Unggul 2-0 di Babak Pertama, Tuan Rumah Kena Kartu Merah, Cek Skor Akhir FULL TIME
- 4UPDATE! Kronologi Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal Saat Porprov Jateng 2026
- 5Viral Pelari JRF 2026 Terobos Barikade, Apa Itu COT dan COP? Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 6Jadwal BWF Hylo Open 2026 Lengkap hingga Final, Cek Wakil Indonesia dan Link Live Streaming
- 7GMPI Kota Semarang Gelar Rakercab dan Forum Diskusi Kepemudaan, Ajak Gen Z Menjaga Nilai Demokrasi di Era Digital
- 8Prediksi Skor Garudayaksa vs Persib, Cuma Punya 1 Hari Persiapan, Mampukah Persib Taklukkan Garudayaksa?
- 9Perangkat Pertandingan Garudayaksa vs Persib: Wasit Irfan Wahyu Wijanarko Pimpin Laga Panas Malam Ini
- 10CEK! Viral Pelari JRF 2026, Mengenal Flag-Off Time, Gun Time, dan Chip Time



